Dipecat? Begini Cara Menjelaskannya Saat Wawancara Kerja

Kompas.com - 14/08/2019, 21:46 WIB
Ilustrasi wawancara kerja. SHUTTERSTOCKIlustrasi wawancara kerja.

JAKARTA, KOMPAS.com - Dipecat dari sebuah pekerjaan adalah mimpi buruk bagi banyak orang.  Namun harus diingat, hal itu bukanlah akhir dari karier kamu.

Kamu jangan berlarut-larut dalam kesedihan dan harus bisa bangkit untuk move on.

Nah pertanyaannya, saat wawancara pekerjaan baru, apakah kita harus berterus terang bahwa kita dipecat atau bagaimana?

Cara menyampaikan bagaimana kamu dipecat dalam sebuah wawancara kerja adalah hal yang penting.

Baca juga: BPJS Ketenagakerjaan Kaji Program Pesangon PHK

Kamu sebaiknya tidak berbohong mengenai pemecatan tersebut namun juga tidak berlarut-larut dalam kesedihan.

Dikutip dari CNN Rabu (14/08/2019), berikut cara-cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi pembicaraan mengenai pemecatan saat wawancara kerja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Menerima kenyataan

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah move on dari pemecatan tersebut dan menerima kenyataan. Memahami keadaan dan mengapa kamu dipecat dapat sangat membantu ketika harus menjelaskan keadaan tersebut pada orang lain.

Apakah masalah performa? Konflik kepribadian? Manajemen baru? Atau karena adanya PHK besar-besaran yang tak terhindarkan?

“Kamu tidak seharusnya mendefinisikan diri berdasarkan sebuah kesalahan atau kemunduran. Itu tidak berguna untuk karir kamu,” kata seorang spesialis karir di perusahaan pelatihan karier Ama La Vida, John Roccia.

2. Persiapkan diri menghadapi pertanyaan tersebut

Meskipun kamu tidak harus menjadi orang yang membicarakannya, kamu harus bersiap bila pewawancara bertanya mengapa kamu tidak lagi bekerja di perusahaan/pekerjaan sebelumnya.

Kuncinya adalah percaya diri dengan respons kamu. Misalnya, pertahankan gerak tubuh dan kontak mata yang baik, perhatikan nada suara, dan jangan terdengar gelisah atau terlihat tidak nyaman.

"Bukan hanya apa yang kamu katakan, tetapi bagaimana kamu mengatakannya," kata seorang pelatih wawancara, Barry Drexler.

Baca juga: Pecat Pilot yang Unjuk Rasa di Hong Kong, Saham Cathay Pacific Menukik

3. Tetap berpikir positif

Sekalipun masih ada perasaan buruk tentang pemecatan, tetaplah berpikir positif dan menjaga pembicaraan tetap fokus.

"Kamu seharusnya tidak membicarakan hal-hal yang negatif," kata Roccia.

Cobalah untuk menghindari menggunakan kata-kata seperti "dipecat" atau "diberhentikan," karena kata tersebut terdengar kasar.

Sebaliknya, Cohen menyarankan menggunakan kata-kata seperti: dipisahkan, pengurangan tenaga kerja yang tidak disengaja, posisi saya dihilangkan.

"Semua itu adalah ungkapan yang diperhalus untuk kata-kata 'mereka memecat saya' tetapi mereka terdengar lebih lembut dan lembut," ujar dia.

Jangan mengomel atau menyalahkan mantan bos kamu. Hal itu justru akan membuat kamu terlihat buruk.

Baca juga: Kenali 5 Tanda Nyata Anda Bakal Jadi Korban PHK

4. Bicarakan secara singkat namun jujur

Jawablah pertanyaan tersebut  dengan singkat dan padat, tetapi juga faktual.

"Jika topik tersebut muncul, beri tahu mereka apa yang terjadi sebenarnya," kata Presiden dan CEO Elite Resume Writing Services Wanda Kiser

"Jelaskan apa yang kamu pelajari dari pengalaman tersebut. Kemudian kembalilah pada topik. Bahas tentang apa yang bisa kamu tawarkan berdasarkan kompetensi kamu, dan apa yang membuatmu kandidat yang hebat. Berikan contoh yang terukur,"  tambah dia.

Jika pewawancara terus membicarakan kejadian tersebut untuk mempelajari lebih lanjut tentang situasi ini, tetap lah bersikap positif ketika menyampaikannya.

Jika pemecatan terkait dengan masalah kinerja, Cohen menyarankan untuk mengatakan bahwa kamu selalu berkinerja tinggi, tetapi kamu dilemparkan ke dalam situasi di mana kamu tidak memiliki sumber daya yang tepat.

Kemudian luangkan waktu untuk menjelaskan apa yang telah kamu lakukan untuk memperbaiki kekurangan. Hal ini untuk menunjukkan bahwa kamu telah belajar dari masa lalu.

Kamu juga dapat menyebutkan bahwa posisi itu tidak pas dan kinerja kamu tidak sesuai dengan yang seharusnya karena kamu tidak bersemangat dengan pekerjaan itu.

"Katakan saja kalau kamu memutuskan bahwa kamu hanya akan memfokuskan diri pada pekerjaan yang benar-benar disukai. Itu menunjukkan bahwa kamu telah belajar dan mengambil tanggung jawab," pungkas Roccia.

Baca juga: Kenali 7 Tanda Anda Bakal Dipecat dari Pekerjaan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.