Bukalapak Targetkan Lebih dari 2 Juta Mitra Terapkan QR Code Standar

Kompas.com - 21/08/2019, 14:07 WIB
Berfoto bersama usai konferensi pers tentang implementasi QRIS oleh mitra Bukalapak di Jakarta, Rabu (21/8/2019). KOMPAS.COM/FIKA NURUL ULYABerfoto bersama usai konferensi pers tentang implementasi QRIS oleh mitra Bukalapak di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - VP of Online to Offline Bukalapak Rahmat Danu Andika menargetkan seluruh mitranya di Indonesia untuk menggunakan Kode QR Indonesian Standard ( QRIS) yang diluncurkan pemerintah.

"Saya sih maunya semua mitra Bukalapak ikut pakai QRIS," kata Rahmat Danu Andika di Jakarta, Rabu (21/8/2019).

Adapun saat ini, Bukalapak telah memiliki lebih dari 2 juta mitra di seluruh Indonesia, yang tersebar di 447 kota.

Dika mengatakan, target tersebut akan mudah dicapai, pasalnya mitra Bukalapak telah menggunakan aplikasi khusus mitra yang saldonya akan terkumpul dalam aplikasi tersebut.

Baca juga: 1.000 Mitra Sudah Gunakan QRIS, Bukalapak Belum Kenakan Pungutan

"Kalau saya bilang target 2 juta, ya bisa. Karena kan saat ini mitra Bukalapak memang pakai aplikasi mitra Bukalapak. Jadi nanti kalau orang mau bayar cashless pakai apapun, uangnya sudah akan terkumpul di satu aplikasi mitra itu, perputarannya lebih mudah," ungkap Dika.

Dalam kesempatan yang sama Chief Financial Officer Bukalapak Natalia Firmansyah menambahkan, sejauh ini sudah ada 1.000 mitra di Kemang yang mengimplementasikan QRIS dalam transaksi bisnisnya, baik warung kelontong, tambal ban, tukang cilor, hingga tukang bakso.

"1.000 mitra di kemang ini merupakan langkah awal alias tahap pertama pengimplementasian QRIS di mitra-mitra Bukalapak. Kita namakan warung ini warung naik kelas, karena mereka sudah memulai mengadopsi teknologi dalam bisnis mereka. Ini komitmen kami untuk menyebarkan inklusi keuangan ke seluruh masyarakarat," terang Natalia.

"Kita tidak akan berhenti sampai sini, kita berkomitmen untuk meningkatkan kapasitas usaha kecil di Indonesia. Kita akan selalu meningkatkan ekosistem teknologi supaya selaras dengan visi misi pemerintah," pungkasnya.

Baca juga: BI Luncurkan QR Code Berstandar Indonesia

Adapun Bank Indonesia (BI) baru saja meluncurkan QRIS pada perayaan HUT Indonesia ke-74 Sabtu (17/8/2019) lalu.

Aturan terkait implementasi QRIS tertuang dalam Peraturan Anggota Dewan Gubernur (PADG) No.21/18/PADG/2019 tentang Implementasi Standar Nasional Quick Response Code untuk Pembayaran pada 16 Agustus 2019.

"Penerbitan ketentuan bertujuan untuk memastikan penyelenggaraan layanan pembayaran yang menggunakan QRIS di Indonesia dapat berjalan dengan baik. Implementasi QRIS secara nasional efektif berlaku mulai 1 Januari 2020, guna memberikan masa transisi persiapan bagi Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP)," tulis BI dalam keterangannya.

Nominal Transaksi QRIS dibatasi paling banyak sebesar Rp 2 juta per transaksi.

Baca juga: BI Rilis Aturan QRIS, Nilai Per Tranksaksi QR Code Maksimal Rp 2 Juta

Penerbit dapat menetapkan batas nominal kumulatif harian atau bulanan atas Transaksi QRIS yang dilakukan oleh setiap Pengguna QRIS, yang ditetapkan berdasarkan manajemen risiko Penerbit.

Kewajiban penggunaan QRIS dalam setiap transaksi pembayaran berlaku juga bagi transaksi pembayaran di Indonesia yang difasilitasi QR Code Pembayaran dengan menggunakan sumber dana dan/atau instrumen pembayaran yang diterbitkan di luar wilayah Indonesia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Dorong Pembangunan Ekonomi, Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Pertanian

Whats New
Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Kronologi Nasabah BCA yang Mengaku Depositonya Hangus Setelah 32 Tahun

Whats New
Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Akumindo: Ada 30an Juta UMKM Rontok Selama Pandemi karena Tak Mau Beralih ke Digital

Whats New
Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Laba Bersih Astra Turun 12 Persen, Jadi Rp 14 Triliun

Whats New
Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Mendag: Strategi Pemasaran Harus Go Virtual

Whats New
Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Laba Bersih Chandra Asri Petrochemical 21 Juta Dollar AS di Kuartal III 2020

Whats New
Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Terpukul Pandemi, LMAN Berikan Relaksasi Kepada Para Mitranya

Whats New
1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

1 Tahun Kabinet Indonesia Maju, Pertanian Sumbang Pertumbuhan Ekonomi Tertinggi

Whats New
Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering 'Mengganggu' Bu Ani...

Cerita Nadiem di Tengah Pandemi: Saya Paling Sering "Mengganggu" Bu Ani...

Whats New
Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Antisipasi Macet Saat Libur Panjang, Jasa Marga Tutup 2 Rest Area

Whats New
Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Berapa Banyak Nasabah Bisa Perpanjang Restrukturisasi di BCA? Ini Perhitungan Manajemen

Whats New
Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Soal Kenaikan Cukai, Pemerintah Diminta Perhatikan Petani Tembakau

Whats New
Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Akumindo: Suka Tidak Suka, UMKM Harus Masuk ke Dunia Digital

Whats New
Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Bos Tokopedia Ungkap Masalah Terbesar yang Dihadapi UMKM saat Berjualan di E-commerce

Whats New
Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Sri Mulyani Bikin Aturan Rapat Kemenkeu di Luar Jam Sekolah, Mengapa?

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X