Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung "Terbentur" Lahan Ciputra

Kompas.com - 01/10/2019, 14:15 WIB
Pemasangan girder pertama Kereta Cepat jakarta-Bandung, Senin (30/9/2019). Hilda B Alexander/Kompas.comPemasangan girder pertama Kereta Cepat jakarta-Bandung, Senin (30/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) mengakui pembebasan lahan proyek kereta api (KA) cepat Jakarta-Bandung belum rampung.

Lahan yang belum dibebaskan tersebut terletak di Kota Bandung dan memiliki luas sekitar 1.000 meter persegi.

"Punya Ciputra, pinggir tol," ujar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) Chandra Dwiputra di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (1/10/2019).

Ia menyebut, belum dibebaskannya lahan tersebut merupakan salah satu faktor penghambat pengerjaan proyek KA Cepat Jakarta-Bandung.

Baca juga: Rini: Pemasangan Girder Perdana Kereta Cepat Sejarah bagi Indonesia

Selain persoalan lahan, Chandra juga mengatakan ada beberapa faktor lain yang menjadi penghambat pengerjaan KA Cepat. Antara lain adanya sutet di lahan proyek.

Ia memprediksi, akibat berbagai hambatan yang ada, pengerjaan proyek akan mengalami penundaan beberapa bulan.

Meski begitu, Chandra masih optimis pembangunan proyek KA Cepat Jakarta-Bandung akan mencapai 50 persen pada akhir 2019.

Adapun proyek KA Cepat Jakarta-Bandung ditarget rampung pada 2020 dan bisa beroperasi pada 2021.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X