Soal Target 100 Hari Kerja, Ini Kata Menperin Agus Gumiwang

Kompas.com - 23/10/2019, 20:40 WIB
Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri. KOMPAS.COM/KRISTIANTO PURNOMOMenteri Perindustrian, Agus Gumiwang Kartasasmita sebelum pelantikan menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden RI Joko Widodo mengumumkan dan melantik Menteri-menteri Kabinet Indonesia Maju serta pejabat setingkat menteri.

JAKARTA,KOMPAS.com- Menteri Perindustrian Agus Gumiwang mengatakan, pihak tidak mematok target 100 hari kerja.

Pasalnya sebut dia, anggota Kabinet Indonesia Maju, termasuk dirinya, tinggal melanjutkan pekerjaan yang sudah dilakukan Kabinet Kerja.

"Karena memang kita ini kan melanjutkan, jadi Kabinet Indonesia Maju tugasnya melanjutkan dari kabinet kerja yang kemarin," sebut dia, saat serah terima jabatan Menperin, di Jakarta, Rabu (23/10/2019).

Baca juga: Berlatar Belakang Politisi, Agus Gumiwang Jabat Menteri Perindustrian

Pada kesempatan itu, dia juga menyebut bahwa menggantikan Airlangga Hartarto sebagai Menteri Perindustrian akan sangat sulit, namun sekaligus akan gampang.

"Menggantikan Pak Airlangga ada dua hal. Yaitu (pertama) sangat sulit, karena beliau di perindustrian dikatakan hampir sempurna," ucap Agus.

"Kedua, sebetulnya gampang. Kalau semua dasar di kementerian sudah diletakkan Pak Airlangga, saya tinggal teruskan saja. Jadi tugas saya pasti akan lebih mudah," tambahnya.

Baca juga: Sertijab Menperin, Airlangga: Saya Tidak Memberikan Arahan...

Menurut dia, Airlangga dan Presiden meninggalkan beberapa pekerjaan rumah yang harus dibereskannya.

"Tentu yang paling penting harus bisa mengurangi current account deficit, jadi substitusi impor perlu sekali. Impor-impor harus produktif jadi itu juga pekerjaan rumah yang disampaikan oleh presiden kepada kami," ucapnya.

Agus mengatakan, bila impor tersebut dinilai tidak produktif dan tidak mempunyai nilai tambah, sedangkan di dalam negeri juga sebetulnya sudah disediakan, maka impor tersebut harus dievaluasi.

Baca juga: Menperin: Lebih Penting SDM ketimbang SDA

Baca tentang
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X