Akankah Bunga Kredit Dkk di Bank Segera Turun?

Kompas.com - 04/11/2019, 19:29 WIB
Petugas menghitung uang di Cash Center, Bank Negara Indonesia (BNI), Jakarta, Senin (25/1/2016). Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni menuturkan, pada awal Februari nanti, pihaknya berencana menurunkan bunga kredit sektor ritel sekitar 25 basis poin atau 0,25 persen. KOMPAS/HENDRA A SETYAWANPetugas menghitung uang di Cash Center, Bank Negara Indonesia (BNI), Jakarta, Senin (25/1/2016). Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk Achmad Baiquni menuturkan, pada awal Februari nanti, pihaknya berencana menurunkan bunga kredit sektor ritel sekitar 25 basis poin atau 0,25 persen.

JAKARTA, KOMPAS.com - Bank Indonesia (BI) berpeluang kembali menurunkan suku bunga 7 Days Reverse Repo Rate (7DRRR) lantaran Bank Sentral Amerika Serikat (The Fed) telah memangkas suku bunganya sebesar 25 basis poin pada 29-30 Oktober 2019 lalu.

Meski ada peluang BI kembali menurunkan suku bunga acuan, Direktur Bank Danamon, Rita Mirasari menilai, peluang penurunan bunga kredit dkk di bank masih belum bisa ditentukan. Sebab menurutnya, pihaknya masih perlu melihat aspek perekonomian secara global.

"Selama ini kami masih melihat kondisi pasar di luar. Kami melihatnya masih terkait eksternal," ujarnya ditemui di Mandiri Club, Jakarta, Senin (4/11/2019).

Sementara itu, Direktur Manajemen Risiko Bank Mandiri, Ahmad Siddik Badruddin berpendapat, penurunan suku bunga harus ditelaah lagi secara internal. Misalnya, pada segmen perbankan terhadap rasio pertumbuhan kredit (Loan to Deposit Ratio).

Baca juga: LPS Pertahankan Tingkat Bunga Penjaminan

"Kami lihat juga mengenai funding development di banking industry. Kalau funding-nya masih tight, kami lihat lagi segmen mana saja yang masih bisa kami turunkan. Jadi masing-masing segmen itu memiliki profitability dynamics berbeda," kata dia.

Selain itu, perbankan juga akan melakukan review berdasarkan perubahan suku bunga dari BI. Mulai segmen korporasi, komersial, Sarana Multi Infrastruktur (SMI), konsumer, KPR hingga mikro.

"Biasanya kita lakukan review dari funding, liabilities, juga ke suku bunga untuk lending-nya. Karena kami masing-masing sangat kompleks," lanjut Siddik.

Pada 24-25 Oktober 2019, Bank Indonesia telah memutuskan untuk menurunkan suku bunga acuan 7DRRR sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5 persen. Sebelumnya BI sudah menurunkan suku bunga sebesar 25 bps pada September 2019.

Baca juga: Suku Bunga BI Terus Dipangkas, Kok Bunga Kredit Dkk Susah Turun?

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X