Bermimpi Ingin Menjadi Komisaris Bank? Simak Persyaratan Ini

Kompas.com - 08/11/2019, 14:29 WIB
Ilustrasi shutterstock.comIlustrasi

Menurut Heru, OJK melacak rekam jejak calon komisaris dengan mengumpulkan informasi dari berbagai sumber. Mulai dari institusi yang pernah menjadi tempat kerja yang bersangkutan, hingga ke pihak-pihak terkait seperti halnya orang-orang dekat dan yang pernah berhubungan.

Pengumpulan rekam jejak ini menjadi acuan utama bagi OJK untuk menentukan apakah calon tersebut layak untuk masuk ke tahapan berikutnya ataukah tidak.

Jika di kemudian hari ada temuan baru yang menunjukkan bahwa orang tersebut pernah melakukan pelanggaran, maka OJK bisa menganulir keputusan lulus.

Di-roasting Bankir Senior

Tahap selanjutnya adalah menghadapi wawancara. Heru mengungkapkan, OJK menggandeng bankir senior untuk menguji calon komisaris tersebut.

Beberapa nama yang selama ini digandeng OJK untuk fit and proper test di antaranya Agus Martowardojo, Jerry Ng, dan sebagainya.

Para bankir tersebut akan menguji kompetensi dari si calon. Heru mengungkapkan, tak jarang si calon komisaris dicecar dengan pertanyaan tertentu untuk memastikan dia benar-benar mampu dan punya kompetensi.

"Pertanyaan yang disampaikan berkembang terus. Dari pertanyaan pertama, bankir senior akan terus mengejar ke pertanyaan-pertanyaan selanjutnya," jelas Heru.

Tak jarang, pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh si panelis membuat si calon tak bisa menjawab.

Pengumuman

OJK selanjutnya mengumumkan apakan si calon lulus fit and proper test ataukah tidak. Jika dinyatakan lulus, maka si calon akan bisa menduduki posisinya sebagai komisaris bank. Jika dinyatakan tidak lolos, alternatifnya ada dua: bisa mengulang serta tidak bisa.

OJK mengumumkan hasil fit and proper test kepada pihak-pihak yang bersangkutan dan tidak ke publik.

Mengulangi Test

Seseorang yang gagal fit and proper test, berkesempatan untuk mengulangi lagi sepanjang yang bersangkutan tidak lulus dalam tes kompetensi. Alasannya, kata Heru, kompetensi bisa dipelajari dan seseorang memiliki kemampuan dalam mengelola bank setelah mereka mempelajarinya.

Jika si calon tidak lolos dalam tracking kredibilitas, dipastikan orang tersebut tidak diperkenankan mengulangi. Bahkan OJK akan memasukkan daftar hitam bagi orang tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X