Biayai UKM, Indosurya Finance Dapat Pendanaan Rp 775,5 Miliar

Kompas.com - 15/11/2019, 21:37 WIB
ilustrasi rupiah thikstockphotosilustrasi rupiah

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Indosurya Inti Finance (Indosurya Finance) menerima kredit pendanaan sebesar total 50 juta euro atau setara dengan Rp 775,5 miliar.

Pendanaan itu berasal dari dua institusi keuangan asal Perancis, yakni Proparco dan Belanda, yakni FMO. Dana ini akan dipakai untuk membiayai berbagai Usaha Kecil dan Menengah ( UKM) di Indonesia melalui Kredit Modal Kerja, produk pembiayaan UKM yang dimiliki oleh Indosurya Finance.

“Indosurya Finance terus berinovasi untuk meningkatkan mutu pelayanan, produk-produk yang berkualitas, serta terus berupaya menjaga kepercayaan dan komitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi para konsumen baik perorangan maupun badan usaha. Target kami untuk penyaluran pembiayaan bagi para pengusaha UKM di Indonesia melalui fasilitas kredit ini harus tercapai dalam kurun waktu satu hingga satu setengah tahun," ucap Henry Surya, CEO Indosurya Finance dalam keterangannya, Jumat (15/11/2019).

Baca juga: Menteri Teten Ajak UKM Bersinergi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi

Henry mengatakan, ini merupakan kali pertama Indosurya Finance menerima kredit pendanaan dari kedua institusi keuangan unternasional tersebut.

Melalui fasilitas kredit kepada Indosurya Finance, Proparco dan FMO semakin menegaskan komitmen mereka dalam membantu akses UKM terhadap layanan keuangan, terutama di negara berkembang seperti Indonesia.

Sektor UKM saat ini menjadi salah satu tulang punggung perekenomian Indonesia dengan kontribusi sebesar 57 persen terhadap PDB negara. Pinjaman dana ini diperkirakan dapat memberi dukungan terhadap sekitar 400 UKM yang akan dibantu pembiayaannya melalui Indosurya Finance.

Proparco bertindak sebagai lead arranger dalam proses pinjaman sindikasi untuk 5 tahun ini dengan meminjamkan dana sebesar 30 juta euro, sedangkan FMO memberikan pinjaman sebesar 20 juta euro. Kedua institusi tersebut merupakan anggota dari European Development Finance Institutions (EDFI).

Baca juga: Era Digital, UKM Punya Toko Fisik Tidak Lagi Relevan?

Proparco merupakan anak perusahaan dari Agence Française de Développement (AFD) yang didirikan sejak 1977 khusus untuk melayani sektor swasta dan pembangunan berkesinambungan.

Adapun FMO merupakan bank pembangunan Belanda yang didirikan pada 1970 untuk mendukung pertumbuhan sektor swasta yang berkelanjutan dalam mengembangkan dan mengembangkan pasar dengan berinvestasi dalam bisnis, proyek dan lembaga keuangan.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X