Kompas.com - 30/11/2019, 10:13 WIB
Ilustrasi investasi. SHUTTERSTOCKIlustrasi investasi.

Jika permohonan pinjaman diterima, Anda akan menerima notifikasi pada akun P2P Anda. Selaku peminjam, Anda wajib membayar cicilan setiap bulan, termasuk bunga pinjaman.

Besar suku bunga yang dibayarkan tergantung dari jumlah yang pinjaman yang diinvestasikan.

P2P Lending Dinilai Cocok buat Anak Muda

Mengingat caranya yang mudah dan juga untung yang menggiurkan, tak heran bila P2P lending ini dinilai sebagai investasi yang cocok buat para kaum muda seperti milenial ini. Lalu, apa saja sih keuntungan dan kekurangan investasi P2P lending ini?

Seperti dikutip dari Cermati.com, berikut kelebihan dan kekurangan investasi P2P lending yang bisa jadi bahan acuan untuk para milenial dalam berinvestasi.

Kelebihan Investasi P2P Lending

1. Banyak Peminjam karena Bunga Kredit P2P Relatif Rendah

Bagi yang membutuhkan dana besar, tapi tidak mau membayar biaya bunga tinggi, P2P adalah tempat yang tepat.

Berapa bunganya?
Jika suku bunga dari lembaga keuangan resmi, seperti bank sebesar 12-15 persen per tahun, maka suku bunga P2P jauh lebih rendah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Persentasenya bisa jadi hanya 8-10 persen saja per tahun.

Sehingga hal ini akan menggiurkan para peminjam yang memang membutuhkan dana. Dengan banyaknya peminjam, maka akan besar pula peluang penyaluran dana investasi Anda.

Baca juga: Investasi Ilegal Marak, OJK Ingatkan Masyarakat untuk Ingat 2L

2. Keuntungan Bunga bagi Para Pemberi Kredit Lebih Besar

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Rights Issue, BRI Sudah Raup Rp 26,1 Triliun dari Publik hingga 21 September 2021

Whats New
Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Gandeng Polri, KSPSI Lakukan Vaksinasi Covid-19 untuk 40.000 Buruh

Whats New
Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Ada Isu Evergrande dan Tapering, Apa yang Harus Dilakukan Investor?

Earn Smart
Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Semakin Modern, Petani di Sinjai, Sumsel Gunakan Alsintan

Rilis
Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Survei: Seimbangkan Karier dan Keluarga, Kesehatan Mental Pekerja Perempuan Memburuk Selama Pandemi

Whats New
Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Cara Daftar Jadi Mitra Pelatihan Kartu Prakerja

Whats New
BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

BRI Luncurkan BRI Shops Master Class, Apa Itu?

Whats New
Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Sebut Revisi UU BUMN Perlu, Erick Thohir: Kadang Perusahaan Terbitkan Surat Utang untuk Bonus dan Tantiem...

Whats New
Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Sri Mulyani: Saat ini, Kami Belum Lihat Bank Pulih Secara Kuat

Whats New
Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Erick Thohir Bentuk Holding BUMN Pangan, Apa Kelebihannya?

Whats New
Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Soal Jadi Investor Bank Muamalat, Ini Kata BPKH

Whats New
PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

PT BNP Paribas AM dan PT Bank DBS Indonesia Luncurkan Reksa Dana Bertema Teknologi Global

Whats New
Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Upah Minimum 2022 Mulai Dibahas, Menaker Masih Pertimbangkan Situasi Pandemi Covid-19

Rilis
Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Kemenkeu Dapat Tambahan Anggaran Jadi Rp 44 Triliun, Buat Apa Saja?

Whats New
Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Menperin Agus: Indonesia Harus Jadi Pusat Produsen Halal Dunia

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.