Harapan Sri Mulyani untuk KPK: Jangan Sampai Dianggap Sebagai Ancaman

Kompas.com - 09/12/2019, 16:16 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ketika melantik pejabat eselon II, III, dan IV Kementerian Keuangan di Jakarta, Jumat (29/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyampaikan pesannya kepada Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dalam peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia, Senin (9/12/2019).

Dia mengatakan, KPK memiliki tugas berat dalam menjalankan tugasnya sebagai institusi yang bertanggung jawab atas pencegahan korupsi. Sebab, KPK harus mengubah pola pikir masyarakat yang menganggap lembaga tersebut sebagai institusi pengawas yang mengancam.

"Jadi menurut saya, tugas paling berat dari KPK adalah memindahkan mindset itu, menciptakan society yang based on trust. Kalau didominasi oleh ketakutan dan apalagi merasa ini sebagai ancaman, maka seluruh sistem akan mengikuti tone seperti itu," ujar Sri Mulyani.

"Dan itu very high cost, sangat tidak pasti. Dan dari sisi ekonomi itu menjadi beban yang luar biasa," ujar dia.

Baca juga : Menpan RB Soal Pegawai KPK Jadi ASN: Ada Proses Seleksi Dong...

Sri Mulyani pun mengatakan jika PNS merasa KPK merupakan partner, bukan institusi yang mengancam, hal itu akan memunculkan rasa percaya, bukannya tercipta rasa saling curiga.

Dengan terciptanya rasa saling percaya, Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu menilai bisa mendorong perekonomian yang lebih maju.

"Di dalam suatu masyarakat atau bangsa kalau ada trust itu ekonominya kan maju luar bisa," ujar dia.

Lebih lanjut dia mengatakan, upaya membangun sistem yang bersih dalam birokrasi harus dilakukan secara berkelanjutan.

Menurut Bendahara Negara, kesadaran untuk anti korupsi pun harus dibangun oleh setiap individu.

"Kita tetap akan bangun suatu sistem untuk mengingatkan bahwa Anda pejabat publik, yang Anda lakukan matters untuk publik dan bukan untuk diri snediri. Nah hal-hal yang sifatnya konkret sepeti itu menjadi contoh, role modelling, dan aplikasikan keseharian itu menjadi paling penting dalam upaya membangun institusi dan melakukan pencegahan," ujar dia.

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X