Mantan Dirut Jiwasraya: Holding BUMN Asuransi Saja Tak Cukup...

Kompas.com - 27/12/2019, 20:03 WIB
Mantan Dirut Jiwasraya Asmawi Syam di Jakarta, Jumat (27/12/2019) Kompas.com/MUTIA FAUZIAMantan Dirut Jiwasraya Asmawi Syam di Jakarta, Jumat (27/12/2019)
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Mantan Direktur Utama Jiwasraya Asmawi Syam mengungkapkan, holding BUMN asuransi tak akan cukup untuk menyelesaikan masalah gagal bayar Jiwasraya.

Saat menjabat sebagai Dirut Jiwasraya pada 2018 silam, Asmawi mengatakan mengusulkan adanya holding BUMN asuransi. Kini rencana itu sedang digodok oleh Menteri BUMN Erick Thohir.

"Itu (holding asuransi) juga dipikirkan di periode saya dan berlanjut sekarang. Pak Erick juga bilang mendukung itu, ini bisa saling dukung. Namun itu enggak cukup," ujar Asmawi saat berbincang, Jakarta, Jumat (27/12/2019).

Baca juga: Ini Langkah Erick Thohir Atasi Masalah Gagal Bayar Jiwasraya

Mantan Dirut BRI periode 2015-2017 ini juga menilai, strategi revaluasi aset dan reasuransi tak akan cukup ampuh untuk menyehatkan kembali Jiwasraya. Saat ini ucapnya, strategi itu sedang dilakukan.

Ia mengatakan, revaluasi aset justru harus menambah kewajiban perpajakan karena nilai aset yang lebih besar.

Dengan melakukan revaluasi aset, maka perseroan hanya akan menambah ekuitas perusahaan tanpa menyelesaikan masalah kebutuhan likuiditas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, perseroan memiliki polis yang jatuh tempo dan harus dibayarkan kepada nasabah senilai Rp 12,4 triliun.

Baca juga: Edhy Sebut Ekspor Benih Lobster Tinggal Cerita, Ini Penjelasan KKP

Solusi lain yaitu reasuransi juga dinilai tak cukup efektif untuk menjawab masalah perusahaan asuransi pelat merah tersebut.

Begitupula dengan pembentukan anak perusahaan Jiwasraya Putra yang diharapkan bisa menarik investor untuk menyehatkan perusahaan

"Ada dua strategi yang sudah direncanakan dan saat ini sedang dilakukan, yaitu revaluasi aset, kemudian ada reasuransi. Namun sebenarnya itu tak cukup, karena masalah jiwasraya adalah masalah likuiditas, sementara kalau revaluasi aset hanya menaikkan nilai aset dan tidak ada cash in," kata dia.

Baca juga: Cerita Mantan Dirut Jiwasraya: Masalah Datang Sebelum Dicari

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.