Sepanjang 2019, OJK Suspensi 37 Manajemen Investasi dan 3 Akuntan Publik

Kompas.com - 16/01/2020, 15:52 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019). MURTI ALI LINGGAKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjabarkan tentang fintech di Main Hall Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (17/7/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan ( OJK) menyatakan telah melakukan suspensi atau memberhentikan izin perdagangan sementara untuk 37 manajer investasi sepanjang 2019.

Kepala Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso menjelaskan, penghentian sementara tersebut dilakukan lantaran otoritas mulai memperketat penerapan transparansi dan penegakan hukum di pasar modal.

Sehingga harapannya, integritas pasar dan kepercayaan investor terhadap industri pasar modal dalam negeri bisa meningkat.

"Di pasar modal kita memang mulai enforce lebih ketat. Penerapan governance, transparansi, enforcement di pasar modal agar kita bisa menjaga dan meningkatkan integiritas pasar dan kepercayaan investor," ujar Wimboh ketika memberi keterangan dalam Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan 2020 di Jakarta, Kamis (16/1/2020).

Baca juga: Kemenkeu Lakukan Pemeriksaan ke KAP Jiwasraya

Selain manajer investasi, sepanjang 2019 OJK juga telah memberlakukan sanksi bagi 3 akuntan publik.

Namun demikian, ketika dikonfirmasi kepada Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen, pihaknya enggan menjabarkan lebih lanjut mengenai siapa saja akuntan publik dan manajer investasi yang diberi sanksi dan disuspensi.

Selain itu, dirinya enggan menjabarkan gambaran pelanggaran yang dilakukan baik oleh manajer investasi dan akuntan publik yang bersangkutan.

Baca juga: Ditanya Keterlibatan Akuntan Publik di Kasus Jiwasraya, Ini Kata Ketua OJK

Sebagai informasi, saat ini beberapa manajemen investasi dan akuntan publik tengah menjadi sorotan lantaran terlibat dengan kasus yang menjerat PT Asuransi Jiwasraya (Persero).

Adapun dikutip dari Kontan.co.id. Kejaksaan Agung (Kejagung) telah memeriksa enam saksi atas dugaan korupsi Jiwasraya pada Rabu (15/1/2020). Saksi-saksi ini berasal dari kalangan manajer investasi.

Mereka adalah Direktur PT Pan Arcadia Asset Management Irawan Gunari, Mantan Direktur Pemasaran PT GAP Asset Management Arifadhi Soesilarto, Direktur PT Pool Advista Asset Manegement Ferro Budhimeilano.

Selanjutnya, Direktur PT MNC Asset Management Ferry Kojongian, Direktur PT Sinar Mas Asset Management Alex Setyawan WK, dan mantan Marketing PT GAP Asset Management Ratna Puspitasari.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X