Kemenhub Mau Adukan Maxim ke KPPU Soal Pelanggaran Tarif Ojek Online

Kompas.com - 21/01/2020, 18:06 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) akan mengadukan layanan ojek online asal Rusia, Maxim ke Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU).

Direktur Lalu Lintas dan Angkutan Jalan Kemenhub Ahmad Yani mengatakan, Maxim telah melanggar ketentuan tarif ojek online. Dengan melanggar itu, Maxim diduga telah melanggar aturan soal persaingan usaha yang tidak sehat.

“Nanti kita surati lagi, terus ke KPPU, mungkin terkait persaingan usaha, karena tarifnya lebih murah dari yang lain,” ujar Yani di Jakarta, Selasa (21/1/2020).

Baca juga: Mengenal Maxim, Penantang Baru Gojek dan Grab

Yani menambahkan, pada 30 Desember 2019 lalu pihaknya telah melayangkan surat ke Kementerian Komunikasi dan Informatika terkait pelanggaran yang dilakukan Maxim. Namun, teguran tersebut tak diindahkan.

Atas dasar itu, Kemenhub berencana melayangkan surat teguran kedua kalinya untuk Maxim dalam waktu dekat ini.

Jika sudah tiga kali surat teguran dilayangkan Maxim tetap melanggar aturan, Kemenhub akan merekomendasikan Kominfo untuk memblokir layanannya.

“Saya penginnya gitu (Maxim ditutup), daripada bikin resah. Tapi kita enggak bisa matikan usaha seperti itu,” kata Yani.

Baca juga: Soal Ojol Maxim, Kemenhub Bakal Layangkan Surat Cinta Kedua ke Kemkominfo

Sebelumnya diberitakan, Kemenhub telah melayangkan surat kepada Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) untuk memblokir Maxim. Surat tersebut dikirim pada tanggal 30 Desember 2019.

Namun, Kemkominfo belum memberikan respon apapun.

Adapun tarif ojek online harus mengacu pada Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 348 Tahun 2019. Dalam kepmen ditetapkan terdapat 3 zonasi perbedaan tarif ojek online yang diatur berdasarkan komponen biaya langsung dan biaya tak langsung.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.