Menyantap Laba Bisnis Ayam Geprek, 4 Bulan Bisa Balik Modal

Kompas.com - 26/01/2020, 08:45 WIB
Ilustrasi ayam geprek. SHUTTERSTOCK/Wahyu Panji SaputraIlustrasi ayam geprek.

Untuk menjaga kualitas produk, Michael mewajibkan mitra memasok bahan baku seperti sambal dan tepung dari pihak pusat. Tapi ia tidak menjelaskan untuk pasokan bahan baku ayam.

Saat beroperasi, Ayam Ngemper menyajikan aneka menu. Mulai dari ayam goreng, lele goreng, tahu, tempe dan lainya. Plus aneka sambal.

Ada sambal matah, sambal terasi, sambal dadak dan lainnya. Harganya mulai dari Rp 3.000 sampai Rp 20.000 per menu.

Baca juga: Garuda Indonesia Tebar Promo, Diskon Tiket hingga 71 Persen

Dengan skema kemitraan itu, Michael menargetkan mitra bisa balik modal dalam waktu empat bulan sampai lima bulan saja.

Asalkan bisa memenuhi target penjualan per hari minimal 75 porsi yang setara dengan Rp 2 juta per hari.

"Keuntungan bersihnya bisa 30 persen per porsi.” terangnya.

Michael menargetkan mitra yang bergabung bisa 100 mitra di akhir tahun ini. (Reporter: Venny Suryanto | Editor: Markus Sumartomjon)

Baca juga: Virus Corona Merebak, McDonalds Tutup Restoran di 5 Kota di China

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Menyantap laba dari geprekan Ayam Ngemper

Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X