Virus Corona Merebak, Perusahaan Global Batasi Perjalanan Bisnis ke China

Kompas.com - 28/01/2020, 16:07 WIB
Seorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020). AFP/HECTOR RETAMALSeorang perempuan warga kota Wuhan, China, mengenakan masker untuk menghindari terinfeksi virus corona yang mematikan saat berbelanja di sebuah pasar di kota Wuhan, Minggu (26/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Facebook Inc dan sejumlah perusahaan global lainnya termasuk LG Electronik dan Standard Chartered Plc mulai membatasi perjalanan ke China. Ini dilakukan setelah jumlah kematian akibat virus corona mencapai 106 pada Selasa (28/1/2020).

Sejumlah maskapai juga sudah lebih dulu membatalkan penerbangan dan menyesuaikan jadwal karena semakin banyak negara yang meningkatkan peringatan perjalanan, tidak hanya ke Provinsi Hubei, tetapi juga ke seluruh China.

Amerika Serikat (AS) memperingatkan kepada warganya yang ingin ke China untuk mempertimbangkan kembali rencana tersebut. Sementara Korea Selatan mengeluarkan travel warning agar warganya tidak mengunjungi China untuk sementara waktu.

Baca juga: Virus Corona Bikin Ritel Ternama hingga Produsen Barang Mewah Meringis

Nah untuk perusahaan, Facebook menjadi perusahaan besar pertama yang mengumumkan penundaan perjalanan setelah pemerintah AS mengeluarkan peringatan.

Perusahaan media sosial asal Negeri Paman Sam tersebut meminta karyawan untuk menghentikan perjalanan yang tidak penting ke China dan mengatakan kepada karyawan yang sudah berada di China untuk bekerja di rumah.

"Kami sangat berhati-hati, kami telah mengambil langkah-langkah untuk melindungi kesehatan dan keselamatan karyawan kami," kata juru bicara Facebook kepada Reuters.

Sementara perusahaan elektronik asal Korea Selatan LG Electronic telah melarang karyawannya melakukan perjalanan ke China. Sementara bagi yang sedang melakukan perjalanan bisnis ke Negeri Panda tersebut diminta untuk segera kembali secepatnya.

Baca juga: Erick Thohir Soal Isu Penggulingan: Jabatan Setiap Saat Bisa Diambil

Pembuat chip Korea Selatan SK Hynix Inc juga mengumumkan kepada karyawan untuk menghindari semua perjalanan tidak penting ke Negeri Tirai Bambu. Setali tiga uang Standard Chartered turut membatasi perjalanan ke daratan China dan Hong Kong.

Di Jerman, Webasto, perusahaan yang memiliki 11 situs di China, termasuk di Wuhan, telah menghentikan semua perjalanan perusahaan ke dan dari China setelah virus yang mirip flu ini ditemukannya di Jerman.

Honda Motor Co Ltd dari Jepang pun mengeluarkan merekomendasikan agar karyawan untuk tidak bepergian ke China. Sementara Nissan Motor Co berencana untuk mengevakuasi staf Jepang dan keluarganya yang berada di Wuhan melalui penerbangan yang disewa pemerintah. (Anna Suci)

Baca juga: Lowongan Kerja BUMN, dari Telkom hingga Nindya Karya

Artikel ini telah tayang di Kontan.co.id dengan judul: Sejumlah perusahaan global keluarkan larangan berkunjung ke China

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

[POPULER MONEY] Luhut Tetap Ingin Tuntut Said Didu | Jumlah Paten China Kalahkan AS

Whats New
Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Bill Gates Prediksi AS Benar-benar Terbebas dari Virus Corona Pada Tahun 2021

Whats New
Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Kadin Usul Pemerintah Bantu Bayar THR Karyawan

Whats New
Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Wastafel Portabel Produksi BLK Lembang Mulai Didistribusikan

Whats New
Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Kemenhub Godok Aturan soal Pengendalian Mudik 2020

Whats New
1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

1,2 Juta Pekerja Dirumahkan dan PHK, Menaker Minta Pengusaha Cari Solusi Lain

Whats New
BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

BAZNAS Salurkan Infak Biaya Asuransi untuk 17.000 Relawan Gugus Tugas Covid-19

Whats New
Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Pemerintah Alihkan Dana Desa hingga Rp 24 Triliun untuk BLT

Whats New
Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Siap-siap, Pemerintah Bakal Guyur 250.000 Ton Gula ke Pasar

Whats New
DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

DANA Ajak Penggunanya Mendata Warung, Untuk Apa?

Whats New
Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Dukung Pembatasan Sosial, PGN Terapkan Catat Meter Mandiri dan Dorong Pembayaran Daring

Whats New
Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Bank dan Leasing Sudah Mulai Terima Keringanan Kredit Nasabah

Whats New
Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Demi Penanganan Corona, Sri Mulyani Tunda Pencairan Anggaran Proyek Infrastruktur Kurang Prioritas

Whats New
Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Pemilik Djarum Masih Jadi Orang Terkaya RI versi Forbes 2020

Whats New
KPPU: Sanksi Rp 25 Miliar untuk Pelaku Kartel yang Hambat Impor

KPPU: Sanksi Rp 25 Miliar untuk Pelaku Kartel yang Hambat Impor

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X