Luhut Akui RTRW yang Numpuk di Pemda Hambat Investasi

Kompas.com - 29/01/2020, 09:05 WIB
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020). KOMPAS.com/Deti Mega PurnamasariMenteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Senin (6/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengakui, kendala yang selama ini menghambat investasi di Indonesia dalam hal mengurus perizinan berusaha yaitu pada Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).

"Misalnya RTRW, itu kan yang paling banyak. RTRW enggak selesai-selesai, diambil alih pusat," ujarnya di Jakarta, Selasa (28/1/2020).

Namun sejak ditangani Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), semua proses perizinan berusaha tersebut telah selesai dalam waktu singkat.

Baca juga: Luhut: Dampak Negatif Virus Corona ke Investasi Belum Terasa

Menurut Luhut, hambatan yang membuat lamanya proses perizinan berusaha tak lepas dari koordinasi yang masih simpang siur.

"Bukan cuma di Pemda, di pusat juga banyak masalah. Biasanya koordinasi antar kementerian. Sekarang ditarik di tempat Pak Bahlil (Kepala BPKM) jadi lebih cepat," katanya.

Bahkan, dalam batas waktu satu bulan jika pemerintah daerah tak mampu merampungkan proses perizinan berusaha, maka akan langsung diambil alih oleh pemerintah pusat.

Baca juga: Erick Thohir: Kami Tidak Akan Toleransi Proyek-proyek Pesanan Mafia

Luhut tak ingin proses pemberian izin usaha terhambat di daerah padahal proses di pemerintah pusat sudah cepat. 

Ke depan, pemerintah yakin Undang-Undang Omnibus Law akan mempermudah masuknya investasi ke Indonesia.

Baca juga: Saat Erick Thohir Tersenyum Dengar Krakatau Steel Punya 60 Cucu Usaha

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.