4 Kunci Kebahagiaan Bill Gates di Usia Tua, Apa Saja?

Kompas.com - 31/01/2020, 12:00 WIB
Bill Gates membuat daftar 5 buku terbaik yang ia baca selama 2016. Bill GatesBill Gates membuat daftar 5 buku terbaik yang ia baca selama 2016.

NEW YORK, KOMPAS.com - Siapa tidak kenal pendiri Microsoft sekaligus miliarder Bill Gates?

Dalam berbagai kesempatan, Gates kerap membagikan kunci suksesnya dalam banyak hal, baik bisnis, investasi, hingga kehidupan pribadinya.

Ini termasuk kunci kebahagiaannya di usia yang sudah mencapai 64 tahun.

Baca juga: Rahasia Kekayaan Bill Gates Meski Telah 20 Tahun Pensiun

Dikutip dari Inc, Rabu (29/1/2020), berikut ini 4 kunci kebahagiaan Gates di usia yang sudah tak muda lagi.

1. Teguh pada komitmen

Ketika masih muda, Gates berkomitmen pada misi Microsoft, yakni ide untuk menempatkan sebuah komputer di setiap meja dan setiap rumah.

Komitmen tersebut diteguhkan dengan kerja keras, namun akhirnya menjadi nyata.

Setelah visi dan misinya terwujud, Gates pun menyusun yang baru. Visi dan misinya saat ini diwujudkan melalui yayasan yang didirikannya, yakni Bill and Melinda Gates Foundation.

Yayasan tersebut berkomitmen memberantas penyakit menular seperti malaria dan polio, serta memperbaiki kondisi hidup warga di negara-negara miskin di dunia.

Baca juga: Bill Gates: Kekayaan Saya Bukti Ketidakadilan Ekonomi Dunia

2. Beramal

Sebagai orang terkaya kedua di dunia, Gates sebenarnya bisa melakukan apa yang diinginkannya. Namun, ia memilih untuk selalu beramal.

Melalui yayasan Bill and Melinda Gates Foundation, ayah tiga anak tersebut melakukan berbagai kegiatan filantropi selama bertahun-tahun. Kegiatan amal yang dillaukannya itu pun tak ada tanda-tanda surut.

Pada tahun 2006, Gates meyakinkan sahabatnya, miliarder dan investor kawakan Warren Buffett untuk mendonasikan kekayaannya sebesar 31 miliar dollar ke yayasan yang ia dirikan.

Keduanya pun kemudian mendirikan gerakan Giving Pledge.

Gerakan tersebut mengajak para miliarder dunia untuk mendonasikan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan amal.

Baca juga: Simak, Buku-buku Ini Bantu Bill Gates hingga Steve Jobs Raih Kekayaan

Sudah lebih dari 200 orang miliarder dunia ikut dalam gerakan tersebut dan menyumbang kekayaannya untuk berbagai kegiatan amal di seluruh dunia.

Anda pun tak perlu menjadi orang kaya atau miliarder untuk melakukan hal yang sama seperti Gates. Setiap orang bisa berkontribusi sesedikit apapun untuk membantu orang lain.

Mulailah dengan waktu atau uang yang dapat Anda sisihkan. Dengan membantu orang lain, Anda dapat melihat dampaknya dan perubahan yang dibuat dari tindakan Anda.

3. Menghargai tubuh sendiri

Gates merupakan pemain tenis ulung. Oleh sebab itu, ia menyadari betul kaitan antara berolahraga dan kebahagiaan. Penelitian ilmiah pun membuktikan ini.

Manfaat kesehatan dari berolahraga sangat banyak, mulai dari berat badan yang terkendali, penurunan risiko penyakit jantung, hingga perbaikan kesehatan mental dan suasana hati secara menyeluruh.

Anda hanya memiliki satu tubuh, maka jaga dan rawatlah dengan baik. Studi pun menemukan, orang dewasa yang aktif secara fisik tampak 9 tahun lebih muda ketimbang orang dewasa seumuran yang tidak melakukan kegiatan fisik secara aktif.

Baca juga: Bill Gates Ungkap Ketakutan Terbesarnya, Apa Itu?

4. Luangkan waktu untuk keluarga

Banyak anggapan bahwa pengusaha sukses menghabiskan puluhan jam seminggu untuk bekerja keras dan meraih kesuksesan.

Namun, faktanya pola kerja seperti ini tidak sehat dan berkelanjutan. Stres di tempat kerja kini menduduki peringkat atas dari beberapa penyebab kematian di sejumlah negara maju termasuk AS.

Menghabiskan waktu secara berlebihan dalam bekerja artinya tidak memiliki banyak waktu untuk hal lainnya. Akhirnya, waktu yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga menjadi sangat sedikit.

Hal ini bisa menyebabkan stres hingga memicu risiko kesehatan. Luangkan waktu bersama keluarga dengan tidak menciptakan batasan.

Baca juga: Bill Gates Mengaku Pensiun 10 Tahun Lebih Cepat, Ini Alasannya

Anda bisa menghabiskan waktu bersama keluarga pada pagi hingga sore hari, lalu kembali mengecek e-mail dan pekerjaan saat anak-anak sudah tidur.

Menciptakan batasan yang serupa di tempat kerja juga dapat membantu Anda meraih kesuksesan yang Anda butuhkan dalam waktu yang telah ditentukan sendiri.



Sumber Inc.com
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X