Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

4 Kunci Kebahagiaan Bill Gates di Usia Tua, Apa Saja?

Kompas.com - 31/01/2020, 12:00 WIB
Sakina Rakhma Diah Setiawan

Penulis

Sumber Inc.com

NEW YORK, KOMPAS.com - Siapa tidak kenal pendiri Microsoft sekaligus miliarder Bill Gates?

Dalam berbagai kesempatan, Gates kerap membagikan kunci suksesnya dalam banyak hal, baik bisnis, investasi, hingga kehidupan pribadinya.

Ini termasuk kunci kebahagiaannya di usia yang sudah mencapai 64 tahun.

Baca juga: Rahasia Kekayaan Bill Gates Meski Telah 20 Tahun Pensiun

Dikutip dari Inc, Rabu (29/1/2020), berikut ini 4 kunci kebahagiaan Gates di usia yang sudah tak muda lagi.

1. Teguh pada komitmen

Ketika masih muda, Gates berkomitmen pada misi Microsoft, yakni ide untuk menempatkan sebuah komputer di setiap meja dan setiap rumah.

Komitmen tersebut diteguhkan dengan kerja keras, namun akhirnya menjadi nyata.

Setelah visi dan misinya terwujud, Gates pun menyusun yang baru. Visi dan misinya saat ini diwujudkan melalui yayasan yang didirikannya, yakni Bill and Melinda Gates Foundation.

Yayasan tersebut berkomitmen memberantas penyakit menular seperti malaria dan polio, serta memperbaiki kondisi hidup warga di negara-negara miskin di dunia.

Baca juga: Bill Gates: Kekayaan Saya Bukti Ketidakadilan Ekonomi Dunia

2. Beramal

Sebagai orang terkaya kedua di dunia, Gates sebenarnya bisa melakukan apa yang diinginkannya. Namun, ia memilih untuk selalu beramal.

Melalui yayasan Bill and Melinda Gates Foundation, ayah tiga anak tersebut melakukan berbagai kegiatan filantropi selama bertahun-tahun. Kegiatan amal yang dillaukannya itu pun tak ada tanda-tanda surut.

Pada tahun 2006, Gates meyakinkan sahabatnya, miliarder dan investor kawakan Warren Buffett untuk mendonasikan kekayaannya sebesar 31 miliar dollar ke yayasan yang ia dirikan.

Keduanya pun kemudian mendirikan gerakan Giving Pledge.

Gerakan tersebut mengajak para miliarder dunia untuk mendonasikan sebagian besar kekayaannya untuk kegiatan amal.

Baca juga: Simak, Buku-buku Ini Bantu Bill Gates hingga Steve Jobs Raih Kekayaan

Sudah lebih dari 200 orang miliarder dunia ikut dalam gerakan tersebut dan menyumbang kekayaannya untuk berbagai kegiatan amal di seluruh dunia.

Anda pun tak perlu menjadi orang kaya atau miliarder untuk melakukan hal yang sama seperti Gates. Setiap orang bisa berkontribusi sesedikit apapun untuk membantu orang lain.

Mulailah dengan waktu atau uang yang dapat Anda sisihkan. Dengan membantu orang lain, Anda dapat melihat dampaknya dan perubahan yang dibuat dari tindakan Anda.

3. Menghargai tubuh sendiri

Gates merupakan pemain tenis ulung. Oleh sebab itu, ia menyadari betul kaitan antara berolahraga dan kebahagiaan. Penelitian ilmiah pun membuktikan ini.

Manfaat kesehatan dari berolahraga sangat banyak, mulai dari berat badan yang terkendali, penurunan risiko penyakit jantung, hingga perbaikan kesehatan mental dan suasana hati secara menyeluruh.

Anda hanya memiliki satu tubuh, maka jaga dan rawatlah dengan baik. Studi pun menemukan, orang dewasa yang aktif secara fisik tampak 9 tahun lebih muda ketimbang orang dewasa seumuran yang tidak melakukan kegiatan fisik secara aktif.

Baca juga: Bill Gates Ungkap Ketakutan Terbesarnya, Apa Itu?

4. Luangkan waktu untuk keluarga

Banyak anggapan bahwa pengusaha sukses menghabiskan puluhan jam seminggu untuk bekerja keras dan meraih kesuksesan.

Namun, faktanya pola kerja seperti ini tidak sehat dan berkelanjutan. Stres di tempat kerja kini menduduki peringkat atas dari beberapa penyebab kematian di sejumlah negara maju termasuk AS.

Menghabiskan waktu secara berlebihan dalam bekerja artinya tidak memiliki banyak waktu untuk hal lainnya. Akhirnya, waktu yang seharusnya dihabiskan bersama keluarga menjadi sangat sedikit.

Hal ini bisa menyebabkan stres hingga memicu risiko kesehatan. Luangkan waktu bersama keluarga dengan tidak menciptakan batasan.

Baca juga: Bill Gates Mengaku Pensiun 10 Tahun Lebih Cepat, Ini Alasannya

Anda bisa menghabiskan waktu bersama keluarga pada pagi hingga sore hari, lalu kembali mengecek e-mail dan pekerjaan saat anak-anak sudah tidur.

Menciptakan batasan yang serupa di tempat kerja juga dapat membantu Anda meraih kesuksesan yang Anda butuhkan dalam waktu yang telah ditentukan sendiri.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

LKA ESDA Dukung Langkah SKK Migas dan KKKS PetroChina Tingkatkan Eksplorasi

LKA ESDA Dukung Langkah SKK Migas dan KKKS PetroChina Tingkatkan Eksplorasi

Whats New
IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Akhirnya Menguat

IHSG Ditutup Melemah, Rupiah Akhirnya Menguat

Whats New
Potensi Ekonomi Masyarakat Miskin di Kota

Potensi Ekonomi Masyarakat Miskin di Kota

Whats New
Siap-siap, BSI Bakal Cairkan Dividen Tunai Rp 855,56 Miliar Minggu Depan

Siap-siap, BSI Bakal Cairkan Dividen Tunai Rp 855,56 Miliar Minggu Depan

Whats New
Berkomitmen Lestarikan Lingkungan, Weda Bay Project Tanam 1 Juta Mangrove hingga Bangun Sanctuary

Berkomitmen Lestarikan Lingkungan, Weda Bay Project Tanam 1 Juta Mangrove hingga Bangun Sanctuary

Whats New
Melejit, Piutang Pembiayaan 'Paylater' Capai Rp 6,47 Triliun

Melejit, Piutang Pembiayaan "Paylater" Capai Rp 6,47 Triliun

Whats New
Faktor Cuaca, RMKE Catat Volume Bongkar Muat Tertinggi Sepanjang 2024

Faktor Cuaca, RMKE Catat Volume Bongkar Muat Tertinggi Sepanjang 2024

Whats New
The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

The Fed Beri Sinyal Turunkan Suku Bunga, Rupiah Menguat Jauhi Rp 16.300 per Dollar AS

Whats New
The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

The Fed Tahan Suku Bunga, Harga Bitcoin Berpotensi Naik

Whats New
Dana 'Stunting' Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Dana "Stunting" Dipakai untuk Perbaiki Pagar, Anggaran Revolusi Mental Dibelikan Motor Trail

Whats New
Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Pasar Otomotif Lesu, Perusahaan Pembiayaan Beralih ke Mobil Bekas dan Dana Tunai

Whats New
Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Pengangkatan Komisaris BUMN: Antara Transparansi dan Kontroversi

Whats New
Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Pagu Indikatif Kemenparekraf Rp 1,7 Triliun, Sandiaga Uno Minta Tambah Rp 3 Triliun

Whats New
Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Bantu UMKM Naik Kelas, Bank Mandiri Hadirkan Mandiri Digipreneur Hub 

Whats New
Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Nilai Tukar Rupiah Dekati Rp 16.300 per Dollar AS, Ini Penjelasan Bi

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com