Bukan Xiaomi atau Apple, HP China Ini Kuasai Afrika

Kompas.com - 01/02/2020, 18:39 WIB
Transsion Screenshot CNNTranssion

Selain dual SIM, Transsion juga sadar salah satu kelemahan Afrika adalah kekurangan listrik dalam 24 jam.

Maka dari itu Transsion selalu merilis smartphone dengan baterai berdaya tahan lama.

Di Nigeria, Afrika Selatan dan Ethiopia, pemerintah sering melakukan pemadaman listrik yang membuat orang tidak dapat mengisi daya telepon mereka selama berjam-jam.

Di pasar yang kurang berkembang, seperti Republik Demokratik Kongo, Chowdhury mengatakan, konsumen mungkin harus berjalan 30 kilometer untuk mengisi daya telepon mereka di pasar lokal dan harus membayar.

"Bagi konsumen semacam itu, daya tahan baterai yang lebih lama adalah berkah," tambahnya.

Selain itu yang terpenting melihat ekonomi rakyat Afrika. Ponsel keluaran Transsion seperti Tecno dan Infinix dijual dengan hanya harga kisaran Rp 200.000 sampai dengan Rp 2 jutaan.

Menurut Chowdhury, harga itu pas dengan kantong rakyat Afrika dan dibandingkan Samsung yang harganya lebih mahal.

Musik

Nigeria, dengan penduduknya berjumlah 186 juta, merupakan pasar terbesar bagi Transsion. Transsion telah menyentuh konsumen di sana melalui salah satu hobi dan gairah terbesar mereka yaitu musik.

Oye Akideinde, rapper amatir sekaligus pengembang perangkat lunak, didaulat Tecno untuk meluncurkan aplikasi musik bernama Boomplay. Aplikasi ini serupa iTunes atau Spotify.

Halaman:


Sumber CNN
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X