Dibanding Brexit, Virus Corona Lebih Mengkhawatirkan buat Indonesia

Kompas.com - 01/02/2020, 21:19 WIB
Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko saat memberikan materi pelatihan wartawan BI di Bali, Jumat (27/9/2019). KOMPAS.com/FIKA NURUL ULYADirektur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Onny Widjanarko saat memberikan materi pelatihan wartawan BI di Bali, Jumat (27/9/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com -  Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia Onny Widjanarko mengatakan dibandingkan isu Brexit, dampak virus Corona lebih berbahaya untuk perekonomian domestik.

"Risiko dari Brexit tidak seburuk diperkirakan," katanya di museum Bank Indonesia, Sabtu (1/2/2020).

Meski demikian dia menyarankan agar tetap waspada terhadap dampak Brexit  ke depannya tersebut.

Baca juga: Dampak Virus Corona, Thailand Kehilangan Pendapatan Rp 20,6 Triliun

Sementara untuk virus corona, dia menjelaskan bahwa China memiliki kontribusi besar di Indonesia. Hal ini membuat virus Corona yang terjadi di China dapat berpengaruh pada Indonesia.

"Tentu yang perlu diwaspadai kondisi di negara China. Corona sejatinya berdampak ke perekonomian China dan ekonomi China itu sangat penting bagi Indonesia," katanya.

Ia memperkirakan akibat corona, pertumbuhan ekonomi China bisa berada di bawah 6 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ketika selama 40 tahun terakhir ini, pertumbuhan Tiongkok baik sekali, namun sejak tahun kemarin pertumbuhan mengalami penyesuaian dan kemungkinan ke depannya dapat lebih rendah di bawah 6 persen," sebutnya.

Menurut dia, tak hanya impor bawang putih dan pariwisata Indonesia yang terdampak, ekspor Indonesia ke China pun dapat terdampak akibat virus corona tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Inggris telah secara resmi meninggalkan Uni Eropa (UE) setelah menjadi anggota selama 47 tahun. Proses keluarnya memakan waktu setidaknya 3 tahun.

Momen bersejarah, yang terjadi pada pukul 23:00 waktu setempat, ditandai dengan perayaan dan protes anti-Brexit. Candlelit vigils diadakan di Skotlandia, yang memilih untuk tetap di UE, sementara Brexiteers berpesta di Lapangan Parlemen London.

Baca juga: Mendag AS: Wabah Corona Bisa Dongkrak Lapangan Kerja di Negeri Paman Sam

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.