Kunjungan Wisman China di Bali Anjlok, Bisnis Pariwisata Terpukul

Kompas.com - 06/02/2020, 06:19 WIB
Ilustrasi wisatawan China saat di pantai. Dok. ShutterstockIlustrasi wisatawan China saat di pantai.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Bali mengakui adanya penurunan wisatawan China di Bali akibat mewabahnya virus corona. Penurunan wisman tersebut berdampak pada bisnis hotel, restoran, dan atraksi di Bali.

Wakil Gubernur Bali Tjokorda Oka Artha Ardana Sukawati mengatakan, penurunan wisman di Bali sangat signifikan. Biasanya, sekitar 100.000 wisman China atau 3.000 - 3.500 per hari bertandang ke Bali saat libur panjang Tahun Baru Imlek.

Namun dalam 2 hari terakhir, hanya sekitar 460 wisman China yang berkunjung ke Bali.

"Beberapa hari terakhir ini menurun drastis bahkan yang tiga hari yang lalu itu sudah hanya 1.200 orang. Dua hari yang lalu hanya 460. Sudah turun," kata pria yang kerap disapa Cok Ace ini saat dihubungi Kompas.com, Rabu (5/2/2020).

Baca juga: Wabah Corona, 3.000 Wisatawan Asal China Tertahan di Bali

Cok Ace bilang, penurunan wisman bisa lebih dalam karena saat ini pemerintah telah menutup akses penerbangan dari/ke China sejak Rabu (5/2/2020) pukul 00.00 WIB.

"Sekarang sudah ditutup sama sekali penerbangannya. Berarti kan sudah tidak ada lagi wisatawan China yang datang ke Bali," terang Cok Ace.

Cok Ace menuturkan, turunnya wisatawan China membuat hilangnya potensi pendapatan hotel. Dia merinci, okupansi wisatawan China di hotel Bali sekitar 17 persen dari total wisatawan.

Artinya, hotel di Bali kehilangan potensi pendapatan rerata 17 persen. Begitu pula dengan restoran dan atraksi.

Namun, hilangnya potensi pendapatan akan lebih tinggi bagi hotel dan restoran di Bali yang pangsa pasarnya khusus untuk wisatawan China. Bukan 17 persen, potensi pendapatan bisa hilang berkisar 95-100 persen.

"Tapi kalau hotelnya tidak fokus ke China, misalnya dia fokusnya di middle east atau eropa seperti kawasan Ubud, itu hampir tidak terpengaruh," jelasnya.

Sebagai informasi, virus pneumonia mematikan alias virus Corona pertama kali menyebar di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. Hingga Selasa malam waktu setempat, setidaknya sudah ada 490 orang kehilangan nyawa dengan 24.324 kasus.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X