Kompas.com - 20/02/2020, 12:29 WIB
Ilustrasi batu bara KOMPAS/ADI SUCIPTOIlustrasi batu bara

JAKARTA, KOMPAS.com - Emiten perkapalan PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) melaporkan pendapatan sebesar 75,3 juta dollar AS atau setara sekira Rp 1,1 triliun per 31 Desember 2019.

Angka ini meningkat 18 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 63,6 juta dollar AS.

"Pertumbuhan dua digit ini didukung oleh kenaikan signifikan pendapatan sewa berjangka non audit sebesar 304 persen menjadi 9,9 juta dollar AS dari 2,4 juta dollar AS di 2018 dengan pertumbuhan terbesar dari segmen kapal Kargo Curah (MV)," kata Sekretaris Perusahaan PSSI Imelda Agustina Kiagoes dalam keterangannya, Kamis (20/2/2020).

Baca juga: Bidik Peluang Logistik, Pelita Samudera Shipping Beli Kapal Kargo Baru

Serapan belanja modal (capex) di 2019 sebesar 50 juta dollar AS atau 81 persen dari anggaran capex. Sebagian besar untuk pembelian 4 unit MV, 1 unit kapal tunda dan 2 unit tongkang ukuran 330 feet (TNB) disamping biaya perbaikan dan pemeliharaan kapal.

Pembelian 4 unit MV kelas Supramax dan Handysize menambah menjadi total 6 unit MV dan TNB menjadi total 39 set untuk mengejar peluang logistik pasar ekspor dan domestik. Total aset naik sekitar 28 persen dibandingkan dengan 2018.

"2 unit MV telah mendapatkan kontrak berjangka jangka panjang senilai 39,4 juta dollar AS, salah satu pencapaian kontrak berjangka terbesar dalam 5 tahun terakhir untuk pengangkutan bijih nikel dan batubara," jelas Imelda.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adapun 1 unit MV terakhir yang dibeli di penghujung 2019 juga telah mendapatkan kontrak berjangka jangka panjang senilai 6 juta dollar AS untuk pengangkutan produk besi dan batubara.

"Ekspansi armada MV sebagai salah satu target diversifikasi bisnis di luar pengangkutan komoditas batubara," imbuh Imelda.

Baca juga: Bisnis Kapal Tongkang Dongkrak Pendapatan Pelita Samudera Shipping

Penyewaan berjangka 1 unit Floating Loading Facility (FLF) di 2019 juga salah satu kontribusi signifikan terhadap peningkatan pendapatan perseroan.

Imelda mengatakan, secara umum utilisasi kapal mencapai rata-rata 94 persen sampai akhir 2019.

Alokasi capex di 2020 sebesar 30 juta dollar AS ditargetkan untuk penambahan aset TNB serta perbaikan dan pemeliharaan kapal. 4 unit MV yang dibeli di 2019 akan beroperasi penuh di 2020.

"Perseroan akan terus mengeksplorasi potensi pasar logistik baru termasuk non-batubara," terang Imelda.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.