Kompas.com - 02/03/2020, 15:47 WIB
 Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG Suasana Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Senin (1/7/2018). IHSG dibuka pada 6.381,18 naik 22,56 poin dibandingkan penutupan perdagangan Jumat lalu.
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Bursa Efek Indonesia (BEI) melakukan intervensi berupa pelarangan transaksi short selling. Hal ini meyusul terus turunnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Short selling merupakan suatu cara yang digunakan dalam melalukan penjualan saham dengan cara meminjam dana untuk menjual saham dengan harga tinggi, dan mengembalikan pijaman saham ke pialangnya pada saat saham turun.

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia Inarno Djajadi mengatakan, sejak awal tahun, IHSG turun hingga 13,44 persen atau terakhir pada level 5.452.

Baca juga: Dua WNI Positif Corona, IHSG Langsung Anjlok

Penurunan ini juga dialami oleh seluruh bursa utama dunia (memiliki kapitalisasi pasar lebih dari atau sama dengan 100 miliar USD), termasuk bursa-bursa di ASEAN.

"Kami lihat penurunan kita ini tidak sendiri. Indonesia ada koreksi -7,3 persen. Negara Thailand itu -10,34 persen, Turki -9,27 persen dan Korea Selatan -8,13 persen," kata Inarno di BEI, Senin (2/3/2020).

Penurunan pada minggu terakhir bulan Februari 2020 merupakan penyumbang terbesar penurunan indeks pada bursa utama dunia maupun bursa-bursa di ASEAN.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini menyusul antisipasi investor terhadap dampak virus Corona yang diperkirakan semakin meluas mengingat semakin banyaknya jumlah negara yang terdampak serta dampaknya terhadap aktivitas ekonomi dan perdagangan global.

Baca juga: WNI Positif Corona, Apakah Ditanggung BPJS Kesehatan?

Bursa telah berkoordinasi dengan OJK dan Pemerintah untuk merumuskan inisiatif dan insentif yang akan diberikan dalam rangka mengantisipasi dampak virus corona terhadap aktivitas di pasar modal Indonesia.

"Jadi selama beberapa waktu ini kami koordinasi dengan OJK terkait tindakan untuk melarang short sale sampai dengan batas waktu tertentu," jelasnya.

Dalam menjalani intervensi ini, BEI menerapkan tiga landasan larangan perdagangan short selling. Bursa tidak menerbitkan daftar Efek yang dapat ditransaksikan secara short selling.

Kedua, bursa tidak memproses lebih lanjut apabila terdapat anggota Bursa yang mengajukan permohonan kepada Bursa sebagai Anggota Bursa Efek yang dapat melakukan transaksi short selling.

Baca juga: Berikut Asuransi yang Beri Perlindungan terhadap Virus Corona

Ketiga, anggota Bursa Efek wajib memastikan bahwa transaksi yang dilakukan baik untuk kepentingan Anggota Bursa Efek maupun untuk kepentingan nasabah, bukan merupakan transaksi short selling.

Di tengah sentimen negatif yang menyelimuti investor di pasar keuangan global, Bursa terus menghimbau investor agar tidak panik dan tetap melakukan investasi berdasarkan analisis yang mendalam.

"Jadi kami semua diharapkan untuk tidak panik ya untuk selalu optimis menghadapi hal tersebut dan juga tidak reaktif terhadap kejadian yang ada di sini, (seperti) penurunan harga," tambahnya.

Baca juga: Kemenhub Himbau Masyarakat Gunakan Masker di Angkutan Umum

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.