Survei: 52 Persen Pengguna Kartu Kredit Belum Tahu Penerapan Wajib PIN

Kompas.com - 10/03/2020, 17:01 WIB
Ilustrasi kartu kredit ShutterstockIlustrasi kartu kredit
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Sebanyak 52 persen pengguna kartu kredit belum mengetahui aturan wajib penggunaan PIN saat bertransaksi mulai 1 Juli 2020. Begitu hasil survei terbaru yang dirilis oleh Visa pada Selasa (10/3/2020).

Aturan ini merupakan keputusan Bank Indonesia (BI) dan membuat pemegang kartu kredit tak lagi bisa menggunakan tanda tangan untuk otentifikasi transaksi kartu kredit. Ini dilakukan untuk meningkatkan keamanan transaksi.

Survei Visa juga mengungkapkan, satu dari empat responden yang memegang lebih dari satu kartu kredit belum mengaktifkan PIN untuk semua kartu kreditnya.

Baca juga: Pemerintah Tambah 4 Hari Libur dan Cuti Bersama, Berlaku ke Perusahaan Swasta?

"Otoritas melalui PIN merupakan cara yang mudah dan aman untuk verifikasi identitas pemegang kartu saat transaksi," ujar Presiden Direktur PT Visa Worldwide Indonesia Riko Abdurrahman dalam siaran pers, Jakarta, Selasa.

Sebanyak 40 persen responden yang sudah tahu kebijakan wajib PIN kartu kredit mengetahui informasi tersebut dari bank. Selanjutnya 36 persen tahu dari media sosial, 33 persen dari internet dan 32 persen dari berita.

Survei juga mengungkapkan 63 persen responden sudah menggunakan PIN untuk otentifikasi transaksi kartu kredit, 25 persen mengaku menggunakan PIN dan tanda tangan dan 11 persen hanya menggunakan tanda tangan saja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Program Mudik Gratis BUMN Tersisa 3.000 Peserta

Ada beberapa alasan responden belum mengaktifkan PIN kartu kredit. Sebanyak 42 persen beralasan tidak sempat mengaktifkan, 30 persen lebih memilih menggunakan tanda tangan, 27 persen beralasan PIN tidak diperlukan dan 14 persen mengaku tidak tahu cara mengaktifkannya. 

Executive Director Asosiasi Kartu Kredit Indonesia (AKKI) Steve Marta mengatakan, industri sedang menyiapkan diri agar aturan penggunaan PIN kartu kredit bisa diterapkan pada 1 Juli 2020.

Ia juga mengatakan kebijakan ini tidak berlaku untuk transaksi contactless (nirsentuh) dengan nominal kurang dari Rp 1 juta.

"Ini adalah tanggung jawab bersama untuk memastikan bahwa perpindahan otentikasi dari tanda tangan ke PIN berjalan dengan lancar," kata dia.

Survei dilakukan pada Februari 2020 oleh YouGov dan didukung oleh Visa. Survei ini menjangkau 2.076 responden di Indonesia dengan rata-rata umur di atas 18 tahun. Adapun metode survei tidak dijelaskan. 

Baca juga: Sri Mulyani: Iuran Tak Jadi Naik Bisa Pengaruhi Keberlanjutan BPJS Kesehatan



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X