Luhut Minta Kemenhub Perpanjang Landasan Pacu Bandara Aceh Singkil

Kompas.com - 12/03/2020, 08:42 WIB
Ilustrasi: Pembangunan Bandara Letung di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (26/2/2017) Bambang Priyo Jatmiko/Kompas.comIlustrasi: Pembangunan Bandara Letung di Kabupaten Kepulauan Anambas, Provinsi Kepulauan Riau, Minggu (26/2/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com - Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut B Pandjaitan mengatakan, pemerintah akan membantu membenahi potensi sumber daya alam dan pariwisata yang dimiliki Aceh Singkil yang selama ini terbengkalai. 

Dia meminta kepada Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mulai menambah panjang landasan pacu (runway) di Bandara Syekh Hamzah Fansuri. 

"Saya menghubungi Dirjen Perhubungan Udara agar Kementerian Perhubungan bisa memulai rencana perpanjangan landasan dari 1.200 meter ke paling tidak 2.000 meter. Paling tidak, pesawat seperti ATR dan Bombardier bisa mendarat di sana," katanya melalui keterangan tertulis, Rabu (11/3/2020).

Baca juga: Bangun Bandara di Kediri, Gudang Garam Gelontorkan Rp 9 Triliun

Dengan demikian, penambahan landasan pacu itu dapat membuka akses Kualanamu-Singkil-Nias, Silangit-Singkil, Singkil-Banda Aceh, Singkil-Jakarta, dan Kualanamu-Singkil-Simelue. Hal ini, menurut dia, bisa menunjang wisata Danau Toba sebagai salah satu destinasi superprioritas.

Saat ini untuk akses menuju Aceh Singkil hanya dapat melalui darat dan laut. Akses masuk jalur darat melalui Banda Aceh dapat ditempuh dalam waktu lebih dari 13 jam, ke Bandara Kualanamu ditempuh lebih dari 8 jam. Sementara menuju Sibolga dan Silangit jarak tempuhnya memakan waktu 6 jam.

"Yang saya lihat, pembangunan di Aceh Singkil ini banyak yang tidak berjalan, pelabuhan, jembatan, bandara, sudah lima hingga tujuh tahun ini terbengkalai," katanya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, menurut Luhut, daerah itu kaya akan sumber daya alam yang bisa menjadi obyek wisata. Namun, disayangkan bahwa aksesnya masih belum mumpuni. Dia menambahkan, sumber daya alam daerah ini kaya akan beragam fauna dan potensial dalam hal kredit karbon. 

"Mereka punya hutan bakau, gambut, sumber air yang bisa menyerap kredit karbon. Kami akan bantu mereka membereskan pekerjaan yang belum selesai ini, tetapi saya pesan juga kepada mereka untuk ramah terhadap investor maupun wisatawan," ujarnya.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.