Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Penumpang Demam Tinggi Dilarang Naik Kereta Api

Kompas.com - 14/03/2020, 11:02 WIB
Muhammad Idris

Penulis

JAKARTA, KOMPAS.com - PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI melakukan langkah antisipatif penyebaran wabah virus corona. Bagi penumpang yang kedapatan menderita gejala demam tinggi, dilarang untuk naik kereta api.

Vice President Public Relations PT KAI Yuskal Setiawan, menegaskan setiap penumpang yang akan naik kereta api harus melewati alat deteksi gun thermometer yang disediakan di setiap stasiun.

"Nggak boleh naik kereta kalau suhunya tinggi, artinya tidak boleh berangkat," jelas Yuskal kepada Kompas.com, Sabtu (14/3/2020).

Jika calon penumpang diketahui sedang mengalami demam, maka petugas di stasiun akan langsung merujuk penumpang di fasilitas kesehatan terdekat.

Baca juga: Mudik Gratis Dihantui Corona, Kendaraan Pribadi Bisa Membludak

"Kebijakan yang diambil KAI, yakni penumpang langsung dirujuk ke rumah sakit terdekat. Kita kerja sama dengan berbagai pihak untuk penanganan virus corona," kata dia.

Bagi calon penumpang yang mengalami gejala demam tersebut, maka pihaknya menyediakan alternatif pengembalian tiket.

"Tiketnya bagi yang tak boleh masuk stasiun, kita kembalikan atau bisa refund," ungkap dia.

Selain itu untuk langkah pencegahan lainnya, lanjut dia, KAI juga menyediakan masker dan pembersih tangan (hand sanitizer) untuk penumpang.

Baca juga: Ada Virus Corona, Aktivitas Jual Beli Ikan Tak Terganggu

Jumlah masker yang dibagikan setiap hari sebanyak 65.250 lembar. Sementara itu, hand sanitizer yang disediakan sebanyak 696 unit yang tersebar di stasiun-stasiun besar. Kemudian, KAI juga menyediakan hand sanitizer di dalam kereta sebanyak 390 unit.

KLB

Sebagai informasi, kasus positif virus corona semakin meluas di Indonesia. Di Solo, pemerintah daerah setempat meliburkan sekolah jenjang SD dan SMP/sederajat untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Kegiatan belajar mengajar (KBM) SD dan SMP ditiadakan mulai Senin (16/3/2020) selama 14 hari ke depan sambil menunggu perkembangan sampai adanya pencabutan surat keputusan tentang KLB.

Semua kegiatan study tour sekolah juga ditiadakan. Sementara untuk jenjang SMA/SMK/sederajat masih tetap masuk karena ada pelaksanaan ujian. Setelah selesai, baru diliburkan.

Pemerintah Indonesia sejauh ini telah mengumumkan 35 kasus baru virus corona Covid-19 pada Jumat (13/3/2020).

Dengan bertambahnya kasus baru tersebut, total kasus virus corona Covid-19 di Indonesia menjadi berjumlah 69 orang.

Baca juga: Penyebaran Virus Corona Meluas, Jadwal Tes SKB CPNS Berubah?

Dari 69 pasien yang dikonfirmasi, dua di antaranya merupakan balita. Kedua pasien tersebut merupakan kasus ke-49 dan kasus ke-54. Pasien kasus ke-49 berusia tiga tahun berjenis kelamin laki-laki.

Ia dilaporkan dalam kondisi nampak sakit ringan sedang. Sementara, pasien kasus ke-54 adalah anak berusia dua tahun. Ia dilaporkan berada dalam kondisi sakit sedang.

Dari 69 kasus positif Covid-19 yang telah dikonfirmasi di Indonesia, 4 orang sudah dinyatakan meninggal dunia. Adapun kasus pasien meninggal dunia akibat virus corona di Indonesia pertama kali diumumkan pada 11 Maret lalu.

 

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Cara Bayar Shopee lewat ATM BRI dan BRImo dengan Mudah

Spend Smart
Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Apa yang Dimaksud dengan Inflasi dan Deflasi?

Earn Smart
Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Gampang Cara Cek Mutasi Rekening lewat myBCA

Spend Smart
Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Penurunan Yield Obligasi Tenor 10 Tahun Indonesia Berpotensi Tertahan

Whats New
Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Gaji ke-13 untuk Pensiunan Cair Mulai 3 Juni 2024

Whats New
Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Masuk ke Beberapa Indeks Saham Syariah, Elnusa Terus Tingkatkan Transparansi Kinerja

Whats New
Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-'grounded' Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Pesawat Haji Boeing 747-400 Di-"grounded" Pasca-insiden Terbakar, Garuda Siapkan 2 Armada Pengganti

Whats New
ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

ASDP Terus Tingkatkan Peran Perempuan pada Posisi Tertinggi Manajemen

Whats New
Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Jaga Loyalitas Pelanggan, Pemilik Bisnis Online Bisa Pakai Strategi IYU

Whats New
Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Bulog Targetkan Serap Beras Petani 600.000 Ton hingga Akhir Mei 2024

Whats New
ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

ShariaCoin Edukasi Keuangan Keluarga dengan Tabungan Emas Syariah

Whats New
Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Insiden Kebakaran Mesin Pesawat Haji Garuda, KNKT Temukan Ada Kebocoran Bahan Bakar

Whats New
Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Kemenperin Pertanyakan Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak

Whats New
Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Tingkatkan Akses Air Bersih, Holding BUMN Danareksa Bangun SPAM di Bandung

Whats New
BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

BEI: 38 Perusahaan Antre IPO, 8 di Antaranya Punya Aset di Atas Rp 250 Miliar

Whats New
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com