Izin Impor Dibebaskan, Kementan Tetap Wajibkan Rekomendasi Impor Bawang

Kompas.com - 21/03/2020, 14:38 WIB
Ilustrasi bawang putih KOMPAS.com/PRAMDIA ARHANDO JULIANTOIlustrasi bawang putih

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Pertanian (Kementan) menegaskan, kebijakan Rekomendasi Impor Produk Holtikultura (RIPH) untuk bawang masih diberlakukan.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Agus Suparmanto telah membebaskan izin impor untuk komoditas tersebut.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Prihasto Setyanto mengatakan, melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 27 Tahun 2020, Kementerian Perdagangan melakukan pembebasan persetujuan impor dan laporan surveyor untuk komoditas bawang bombai dan bawang putih.

Baca juga: Mendag Bebaskan Izin Impor Bawang Putih dan Bombai hingga 31 Mei

Langkah tersebut dilakukan sebagai salah satu upaya stabilisasi harga yang dilakukan pemerintah.

"Pembebasan ini berlaku mulai Kamis, (19/3/2020) hingga Minggu (31/5/2020) mendatang," ujar dia dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2020).

Namun, Anton menegaskan bahwa pihaknya tetap memberlakukan RIPH bagi importir, khususnya komoditas hortikultura.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, ketentuan mengenai Importasi Produk Hortikultura tertuang dalam Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2010, pasal 88 yang menyatakan bahwa impor produk hortikultura wajib memenuhi beberapa syarat.

Baca juga: Harga Bawang Bombai Melejit, Kemendag Terbitkan Rekomendasi Impor

Yakni, harus melalui Peraturan Menteri Pertanian kemudian Peraturan Menteri Perdagangan.

"Sehingga kedua kebijakan ini harus sesuai undang-undang tersebut," katanya.

“Sesuai arahan Bapak Menteri Pertanian bahwa kita dihimbau dalam membuat kebijakan harus taat kepada aturan yang berlaku, sehingga perlu dilihat apakah tetap sejalan dengan peraturan yang sudah ada atau tidak”, tambahnya.

Berdasarkan data dari Ditjen Hortikultura RIPH tahun 2020 untuk bawang putih sampai dengan tanggal 18 Maret 2020 mencapai 344.094 ton sedangkan bawang bombai sejumlah 195.832 ton.

"Dengan kebutuhan konsumsi bawang putih nasional sebanyak 47.000-48.000 ton/bulan dan bawang bombai 10.000-11.000 ton/bulan, maka apabila direalisasikan cukup untuk 7 bulan ke depan untuk bawang putih dan 1 (satu) tahun untuk bawang bombai" ucapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X