Perbedaan Utang Produktif Vs Utang Konsumtif, Kamu yang Mana?

Kompas.com - 21/03/2020, 17:31 WIB
Ilustrasi kredit. SHUTTERSTOCKIlustrasi kredit.

2. Tidak punya tabungan
Seseorang akan berutang bila memiliki kebutuhan mendesak, namun tidak memiliki tabungan maupun dana cadangan. Inilah yang dinamakan salah dalam mengatur atau mengelola anggaran bulanan.

Karena tak punya simpanan, berutang dianggap cara tepat untuk mendapatkan dana segar dan instan.

Baca juga: Ingin Bebas dari Utang di 2020? Pangkas 5 Pengeluaran Ini

3. Lebih senang membeli sesuatu dengan kredit
Ada orang yang hobinya membeli sesuatu dengan kredit.

Bukan cuma membeli rumah dengan skema Kredit Pemilikan Rumah (KPR) maupun kendaraan lewat Kredit Kendaraan Bermotor (KKB), tapi membeli TV, kulkas, gadget, dan lainnya serba kredit.

Pengeluaran-pengeluaran tersebut sebetulnya dapat dibeli dari gaji ataupun uang tabungan. Namun karena sudah keranjingan kredit sana sini, maka kebiasaan ini susah dilepaskan.

Akhirnya, setiap bulan harus mencicil barang kreditan yang jumlahnya bisa lebih dari satu barang.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Lunasi Utang Kartu Kredit di Akhir Tahun, Simak 3 Tipsnya

4. Tidak bisa membedakan mana kebutuhan dan keinginan
Antara kebutuhan dan keinginan jelas berbeda. Sayangnya, banyak orang yang tidak mengerti perbedaan tersebut.

Kebutuhan bisa diartikan sesuatu yang penting dan sangat diperlukan. Sifatnya harus segera terpenuhi.

Sementara keinginan adalah sesuatu yang diinginkan, namun sifatnya tidak terlalu mendesak. Artinya masih bisa ditunda.

Lantaran salah kaprah, di mana keinginan diubah menjadi kebutuhan atau prioritas, seseorang jadi berutang.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X