Kompas.com - 14/04/2020, 17:26 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019). KOMPAS.COM/MUTIA FAUZIAMenteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, Senin (24/2/2019).
Penulis Mutia Fauzia
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, perbaikan kondisi perekonomian domestik akan sangat bergantung pada kecepatan pemerintah dalam menangani pandemik virus corona (covid-19).

Namun demikian, berdasarkan skenario, pemerintah memproyeksi akan terjadi perbaikan pertumbuhan ekonomi di kuartal terakhir tahun ini dan di 2021 mendatang.

Bahkan menurut dia, perekonomian domestik pada tahun 2021 mendatang bisa tumbuh di kisaran 4,5 persen hingga 5,5 persen.

Baca juga: IMF Beri Keringanan Utang untuk 25 Negara Anggota

"Kapan pulih? Kalau covid-19 bisa dikelola terutama untuk dampak sosial ekonominya serta dampak keuangannya. Maka recovery akan bisa berjalan, paling tidak untuk kuartal terakhir tahun ini dan akselerasi di 2021," jelas Sri Mulyani melalui video conference, Selasa (14/4/2020).

"Untuk 2021 range pemulihan 5,5 persen hingga 4,5 persen, kita masih akan lihat. Terus terang masih harus melihat situasi di kuartal II dan percepatan penanganan Covid-19," jelas Sri Mulyani.

Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu pun menjelaskan, untuk pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun, skenario terberat yang telah diukur oleh pemerintah bakal tumbuh di kisaran 2,3 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Damri Sesuaikan Jadwal Layanan, Cek di Sini

Bahkan di kuartal II, perekonomian domestik bakal mengalami masa-masa terberat, yaitu hanya akan tumbuh di kisaran 0,3 persen bahkan - 2,6 persen.

Sementara pada kuartal III, perekonomian bakal mulai membaik dengan pertumbuhan di kisaran 1,5 persen hingga 2,8 persen.

"Namun kalau kondisi akan berat cukup panjang atau bahkan resesi dua kuartal berturut-turut Indonesia PDB (Produk Domestik Bruto) bisa negatif. Ini yang kita upayakan agar tidak terjadi resesi," jelas Sri Mulyani.

"Ini memang sangat berat dan ini kondisi luar biasa yang akan kita atasi," ujar dia.

Baca juga: Imbauan Dinilai Tidak Efektif, Pemerintah Diminta Larang Mudik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.