Kompas.com - 17/04/2020, 20:31 WIB
Ilustrasi Thinkstock/DavilesIlustrasi
Penulis Kiki Safitri
|

JAKARTA, KOMPAS.com – Lembaga penelitian Criteo memproyeksikan kenaikan penjualan pada platform digital terutama e-commerce saat memasuki bulan Ramadhan.

Criteo mencatat kenaikan pada pembelanjaan online e-commerce tidak hanya terjadi di Indonesia saja namun juga diseluruh belahan negara lainnya karena wabah Covid-19 sejak awal tahun.

Criteo menyebut, terjadi pergeseran perilaku pembeli yang menerapkan imbauan social distancing jadicenderung memilih pembelian secara online. Apalagi menjelang bulan Ramadhan yang akan dimulai dari 23 April hingga 23 Mei, lonjakan pembelian e-commerce diperkirakan akan meningkat lebih tinggi.

Baca juga: Riset: Mayoritas Pekerja Tak Paham Omnibus Law Cipta Kerja

Hal ini dinilai karena umat muslim akan mencari kebutuhan secara online untuk mempersiapkan perayaan di tengah-tengah pembatasan sosial yang akan berlaku hingga waktu yang belum ditentukan, dengan adanya kemungkinan untuk diperpanjang sampai setelah Ramadan.

Director of Account Strategy Criteo for Large Customers, SEA, Hong Kong and Taiwan, Pauline Lemaire mengatakan, traffic web harian melonjak lebih dari 50 persen secara global, karena konsumen Asia Pasifik berpindah ke platform online, baik saat bekerja dari rumah atau menghabiskan waktu luang.

“Penjualan online ini akan tetap berlanjut, terutama selama bulan Ramadan di mana lebih banyak orang yang beralih ke belanja online dalam rangka persiapan memasuki momen keagamaan ini,” kata Pauline melalui siaran media, Jumat (17/4/2020).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Ini Alasan Luhut Tidak Hentikan Operasional KRL

Melihat tren di sekitar Ramadan selama beberapa tahun sebelumnya di Asia Tenggara yang meliputi Indonesia dan Malaysia, peningkatan penjualan mencapai puncaknya pada minggu ketiga untuk 2018 dan 2019.

Tahun lalu, Malaysia dan Indonesia khususnya, terjadi transaksi yang lebih besar dengan kenaikan 106 persen, dibandingkan dengan peningkatan tahun 2018 sebesar 90 persen.

Khusus untuk Indonesia, traffic harian yang dicatat dalam indeks dan penjualan untuk ritel online mengalami peningkatan sebesar 115 persen pada 2019 dibandingkan dengan 2018, yang mencatat peningkatan sebesar 44 persen.

Baca juga: Asosiasi Alkes Jelaskan Soal Mafia Impor yang Disinggung Erick Thohir

Pembeli juga lebih aktif berbelanja seminggu sebelum Ramadan dan minggu pertama Ramadan pada 2019, bila dibandingkan dengan 2018.

“Ini menunjukkan perubahan dalam perilaku konsumen. Mengingat lonjakan transaksi online tahun ini, pemain e-commerce harus bersiap untuk lonjakan penjualan yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ungkap dia.

Penelitian menunjukkan penjualan ritel online di Asia Tenggara mengalami peningkatan yang lebih tinggi tahun ini dibandingkan tahun 2019, dengan peningkatan penjualan tertinggi terlihat pada minggu 23 Maret sebesar 82 persen.

Baca juga: Ini Alasan Bos Garuda Potong Gaji Karyawan

Jumlah ini diperkirakan akan meningkat dengan momen Ramadan. Pembeli akan lebih memprioritaskan kebutuhan untuk ekonomi social distancing, daripada untuk kegiatan keagamaan.

Data belanja Ramadan tahun sebelumnya menunjukkan kategori produk teratas biasanya adalah Pakaian, Kesehatan dan Kecantikan, Elektronik, Mainan dan Game serta produk Rumah Tangga.

Tren belanja saat pandemi juga bergeser dimana pembelian jenis pakaian adalah segmen populer selama periode ini. Sepatu, pakaian dan celana menjadi kategoti teratas dengan peningkatan penjualan online masing-masing sebesar 55 persen, 3 persen dan 2 persen.

Demikian pula, produk Kesehatan & Kecantikan juga mengalami peningkatan penjualan, seperti yang diwakili oleh kosmetik dan produk rias, yang telah meningkatkan penjualan online sebesar 58 persen.

Baca juga: Tak Hentikan Layanan KRL, Kemenhub Hanya Batasi Penumpang saat PSBB



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Bisnis Konvensional Perlu Beradaptasi dengan Digital, Ini Alasannya

Rilis
Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Menangkal Ancaman Masa Depan Bisnis Penerbangan Indonesia

Whats New
Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Gara-gara Sinyal The Fed, Dana Rp 144 Triliun Kabur dari Negara Berkembang Asia

Whats New
Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Sejarah Coca-Cola, Bermula dari Minuman Obat Racikan Apoteker

Whats New
Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Manajemen BATA Tepis Isu PHK Besar-Besaran hingga Kembali Tutupnya Gerai

Whats New
Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Wall Street Melemah Terseret Proyeksi The Fed atas Kenaikan Suku Bunga 2023

Whats New
Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Ini Strategi BNI Genjot Penyaluran Kredit di Masa Pandemi

Whats New
[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

[POPULER MONEY] Rekrutmen ASN Sebelum 30 Juni | Kapitalisasi Pasar Coca-Cola Menguap Rp 56,8 Triliun

Whats New
Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Bakal IPO Pertengahan Agustus, Bukalapak Targetkan Dana Rp 11,2 Triliun

Whats New
Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Status PKPU Telah Dicabut, Dirut BATA: Sifatnya Utang Bisnis, Itu Normal

Whats New
[TREN BOLA KOMPASIANA] 'Playmaker In Chief' Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

[TREN BOLA KOMPASIANA] "Playmaker In Chief" Milik Denmark | Cara Prancis Taklukkan Jerman | Messi di Copa America 2021

Rilis
Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Optimistis di Tengah Pandemi, Sepatu Bata Fokus pada 2 Hal Ini

Whats New
Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Kuartal I-2021, Generali Indonesia Catatkan Premi Rp 878 Miliar

Whats New
Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Dari Mobil Depot hingga Punya 30 Cabang, Pemilik Cincau Station Beberkan Rahasia Kesuksesannya

Work Smart
Ciptakan 'Link and Match' Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Ciptakan "Link and Match" Lulusan BLK dan Industri, Kemenaker Kerja Sama dengan 4 Perusahaan

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X