Neraca Perdagangan Hasil Perikanan RI Meningkat Jadi 1,14 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 22/04/2020, 10:10 WIB
Suasana konferensi pers tentang penangkapan ikan pelaku illegal fishing di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (31/7/2018). Turut hadir Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo (tengah) dan Panglima Komando Angkatan Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda Yudo Margono (kanan) KOMPAS.com / ANDRI DONNAL PUTERASuasana konferensi pers tentang penangkapan ikan pelaku illegal fishing di Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Selasa (31/7/2018). Turut hadir Sekretaris Jenderal KKP Nilanto Perbowo (tengah) dan Panglima Komando Angkatan Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) Laksamana Muda Yudo Margono (kanan)

JAKARTA, KOMPAS.com - Badan Pusat Statistik ( BPS) merilis nilai neraca perdagangan hasil perikanan RI mencapai 387,84 juta pada Maret 2020. Angka ini meningkat 3,59 persen dibanding Februari 2020.

Bahkan, neraca perdagangan hasil perikanan Maret 2020 meningkat 3,71 persen dibanding Maret 2019.

Secara kumulatif, nilai neraca perdagangan Indonesia sejak Januari hingga Maret 2020 mencapai 1,14 miliar dollar AS. Jumlah ini meningkat 10,50 persen dibanding periode yang sama tahun 2019.

"Data yang kita terima, kinerja ekspor menunjukkan kondisi yang menggembirakan. Karena dari data ini nilai ekspor mengalami lonjakan yang besar dibanding periode yang sama 2019," kata Dirjen PDSPKP, Nilanto Perbowo dalam keterangannya, Rabu (22/4/2020).

Baca juga: Ekspor Produk Perikanan Jadi Peluang Bisnis di Tengah Pandemi Covid-19

Nilanto memaparkan, surplus perdagangan tak terlepas dari nilai ekspor hasil perikanan sebesar 427,71 juta dollar AS pada Maret 2020. Hasil ekspor hasil perikanan mencapai 105.200 ribu ton atau meningkat 15,37 persen pada Maret (mtm).

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari–Maret 2020 mencapai 1,24 miliar dollar AS atau meningkat 9,82 persen dibanding periode yang sama tahun 2019. Volume ekspor pun meningkat 10,96 persen mencapai 295.130 ton sepanjang Januari - Maret 2020 mencapai 72.440 ton.

“Dengan kata lain terjadi surplus perdagangan produk perikanan pada bulan Maret atau periode Januari - Maret 2020,” ucap Nilanto.

Terdapat 5 negara tujuan ekspor sepanjang 2020 ini. Tujuan ekspor terbesar ditempati oleh Amerika Serikat dengan nilai 508,67 juta dollar AS atau meningkat 40,97 persen, disusul oleh China sebesar 173,22 juta dollar AS meningkat 13,95 persen.

Negara selanjutnya antara lain, negara-negara Asean dengan nilai 162,29 juta dollar AS (13,07 persen), Jepang dengan nilai 143,82 juta dollar AS (11,59 persen), dan Uni Eropa dengan nilai 82,05 juta dollar AS (6,61 persen).

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo mengajak pelaku usaha perikanan melihat peluang di balik pandemi virus corona (Covid-19). Pemerintah dalam hal ini KKP, akan memposisikan diri sebagai partner pemangku kepentingan. Kolaborasi pun menjadi kekuatan di tengah pandemi.

"Saya optimistis sektor kita menjadi yang memenangkan itu. Potensi ada, permintaan tinggi. Orang tetap butuh asupan protein, dan itu bisa dipenuhi dari produk perikanan," pungkas Edhy.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Erick Thohir Prediksi Proses Vaksinasi Covid-19 Memakan Waktu Hingga 9 Bulan

Erick Thohir Prediksi Proses Vaksinasi Covid-19 Memakan Waktu Hingga 9 Bulan

Whats New
2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

2021, Bank Bukopin Ganti Nama Jadi Bank KB Bukopin

Whats New
Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Besok, Pemerintah Lelang SUN Maksimal Rp 40 Triliun

Earn Smart
Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama 'Kota Rebana'

Menhub: Bakal Ada Kota Baru Dekat Pelabuhan Patimban bernama "Kota Rebana"

Whats New
Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Bahas Antisipasi Banjir, Luhut Wanti-wanti soal Klaster Baru Covid-19

Whats New
Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Patimban Mulai Beroperasi Desember 2020, Menhub Ingin Ekspor yang Lebih Besar

Whats New
Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Realisasi Anggaran Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Capai Rp 431,54 Triliun

Whats New
Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Ada Lonjakan Kasus Covid-19, Erick Thohir Minta Masyarakat Tak Lengah

Whats New
MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM 'Go Digital', Apa Saja?

MenkopUKM Tekankan 3 Hal Dorong UMKM "Go Digital", Apa Saja?

Whats New
Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Dukung Pemerintah, Enesis Group Luncurkan Kampanye #EnesisSafeTravel

Rilis
IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

IHSG dan Rupiah Terjun Bebas di Akhir November

Whats New
Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Pasar Keuangan Optimistis Skenario Vaksin Covid-19 Pulihkan Ekonomi Tahun 2021

Whats New
Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Walhi Nilai Perpres Percepatan Pelaksanaan Proyek Strategis Nasional Bisa Rugikan Lingkungan Hingga Negara

Whats New
Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Usaha Logistik AirAsia Siap Bantu Distribusi Vaksin Covid-19

Rilis
Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Masih Belum Terima Subsidi Gaji dari Pemerintah? Ini Cara Mengadukannya

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X