Pertama Kalinya, AS Catat Defisit Anggaran di April Sebesar 738 Miliar Dollar AS

Kompas.com - 14/05/2020, 03:56 WIB
Petugas membersihkan area sekitar podium sebelum pengarahan harian satuan tugas wabah virus corona (COVID-19) di ruang briefing Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Senin (13/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis/foc/djo ANTARA FOTO/REUTERS/LEAH MILLISPetugas membersihkan area sekitar podium sebelum pengarahan harian satuan tugas wabah virus corona (COVID-19) di ruang briefing Gedung Putih di Washington, Amerika Serikat, Senin (13/4/2020). ANTARA FOTO/REUTERS/Leah Millis/foc/djo

WASHINGTON, KOMPAS.com - AS resmi melaporkan rekor defisit anggaran pada bulan April sebesar 738 miliar dollar AS akibat banyaknya pengeluaran yang dibelanjakan pemerintah negara tersebut untuk menghadapi pandemi Covid-19.

Mengutip dari Reuters, Kamis (14/5/2020), Departemen Keuangan AS mengatakan defisit anggaran di bulan April ini diakibatkan banyaknya pengeluaran pemerintah dan menyusutnya pendapatan akibat pandemi. Sebelumnya adapun defisit anggaran mencapai 235 miliar dollar AS pada bulan Februari 2020.

"Benar-benar mencolok, yang saya pikir tidak akan pernah terjadi," ujar Pejabat Senior Departemen Keuangan AS kepada wartawan mengutip Reuters.

Baca juga: Defisit Anggaran 2021 Dipatok 4,17 Persen terhadap PDB

Defisit fiskal tahun ke tahun melonjak menjadi 1,48 triliun dollar AS dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2019 yang mencapai 531 miliar dollar AS. Angka ini melampaui rekor defisit bulanan sebelumnya yaitu 870 miliar dollar pada April 2011.

Pemerintah AS sudah mengeluarkan beberapa paket penyelematan akibat Covid-19. Kongres AS juga sudah menyetujui paket penyelamatan sebesar 2,3 triliun dollar AS untuk menangani krisis pada tanggal 27 Maret yang lalu dan akan terus bertambah hingga menjadi sekitar 3 triliun dollar AS.

April merupakan bulan pertama beberapa program stimulus mulai dibayarkan. Sekitar 600 miliar dollar AS akan kembali dikeluarkan pada bulan tersebut untuk bantuan mengatasi pandemi. Sementara itu, penerimaan terpangkas sekitar 300 miliar dollar AS akibat krisis.

Biasanya Surplus

Biasanya Departemen Keuangan AS mulai membukukan surplus karena pembayaran pajak akan jatuh tempo pada 15 April. Namun akibat pandemi hal itu ditunda menjadi 15 Juli mendatang.

Alasan utama dilakukan pengurangan penerimaan adalah penangguhan pajak individu dan bisnis tertentu sejak April. Serta perubahan undang-undang perpajakan yang disahkan dalam undang-undang, baru-baru ini.

Lebih dari 33 juta orang Amerika telah mengajukan tunjangan pengangguran sejak 21 Maret akibat pandemi yang berkepanjangan.

Sementara pada bulan yang sama, penerimaan mencapai 242 miliar dollar AS, turun 55 persen dari tahun sebelumnya, sementara jika dibandingkan dengan pengeluaran naik 161 persen menjadi 980 miliar dollar AS.

Menurut data Departemen Keuangan AS sekitar 283 miliar dollar AS dalam pajak penghasilan individu yang tidak dipotong akan dibayarkan pada bulan April 2019. Sementara penerimaan pajak yang ditahan dari gaji pekerja, yang berjumlah 114 miliar dollar AS pada bulan April 2019 berkurang tahun ini akibat lonjakan pengangguran.




Sumber Reuters
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X