Sejak Beroperasi Kembali, Bandara Soetta Sudah Berangkatkan 746 Penumpang

Kompas.com - 14/05/2020, 17:03 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus melakukan pemantauan terhadap aturan larangan mudik, pasca diterbitkannya Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020.

Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati melaporkan, berbagai moda transportasi angkutan penumpang sudah digunakan oleh masyarakat yang dikecualikan aturan larangan mudik untuk keluar atau masuk wilayah merah.

Di sektor transportasi udara, dari 50 Bandara yang dipantau Kemenhub, sejak 7 Mei hingga 12 Mei 2020, pesawat telah menerbangkan penumpang dengan presentase, penumpang keperluan perjalanan dinas lembaga pemerintah atau swasta sebesar 91 persen, penumpang dengan keperluan perjalanan pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat 2 persen, penumpang dengan keperluan perjalanan orang yang anggota keluarganya meninggal atau sakit keras 3 persen, dan penumpang dengan keperluan repatriasi PMI, WNI, pelajar, serta pemulangan orang dengan alasan khusus 5 persen.

“Untuk di Bandara Soekarno Hatta pada periode 7 Mei 2020 atau sejak dimulainya implementasi SE Gugus Tugas sampai dengan 12 Mei 2020, terdapat 718 penumpang dengan keperluan perjalanan dinas lembaga pemerintah atau swasta, 9 penumpang pasien yang butuh pelayanan kesehatan darurat, dan 19 penumpang repatriasi,” ujar Adita dalam keterangan tertulis, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Sempat Ada Penumpukan Penumpang di Bandara Soetta, Ini Kata AP II

Sedangkan di moda transportasi laut, hingga saat ini sudah ada 11 kapal pesiar yang melakukan repatriasi Anak Buah Kapal (ABK) asal WNI sejak 26 Februari 2020 sampai dengan 8 Mei 2020, melalui tiga Pelabuhan yaitu Tanjung Priok, Benoa, dan Teluk Durian.

Kemudian, dalam waktu dekat terdapat 2 kapal pesiar lagi yang akan tiba ke Indonesia membawa ABK WNI.

Hingga 13 Mei 2020, jumlah total penumpang ABK WNI yang dipulangkan sebanyak 2.287 orang.

Selain itu, jumlah TKI atau PMI yang kembali ke Indonesia melalui Pelabuhan Dumai, Batam, dan Tanjung Balai Karimun sejak 17 Maret sampai dengan 10 Mei 2020 berjumlah total sebanyak 47.652 orang.

Baca juga: ASDP Kembali Angkut Penumpang, Bagaimana Cara Beli Tiketnya?

Lalu di moda kereta api, dilaporkan dari penyediaan layanan KA Jarak Jauh menggunakan Kereta Luar Biasa (KLB) yang baru dimulai per 12 Mei 2020 kemarin, terdapat sebanyak 62 penumpang yang memenuhi kriteria dan syarat, dari kapasitas kursi yang disediakan sebanyak 1462 kursi, atau sebesar 4,3 persen tingkat keterisiannya.

Pelayanan yang dilintasi KLB yaitu di 2 lintas Utara yaitu rute Stasiun Gambir-Cirebon-(Kejaksan)-Semarang (Tawang)-Surabaya Pasar Turi (PP) dan Stasiun Gambir-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP), serta di 1 lintas Selatan dengan rute Stasiun Bandug-Yogyakarta (Tugu)-Madiun-Surabaya Pasar Turi (PP).

“Kami pastikan semua pembelian tiket untuk orang-orang yang akan bepergian yang memenuhi kriteria dan persyaratan sesuai SE Gugus Tugas, hanya dapat dilakukan di kantor pusat atau cabang dari operator transportasi dan tidak dijual di travel agen,” ucap Adita.

Baca juga: Kemenhub Investigasi Maskapai yang Diduga Langgar Batasan Jumlah Penumpang

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.