Desain Awal Kartu Prakerja, Bantuan Pelatihan hingga Rp 7 Juta

Kompas.com - 19/05/2020, 14:56 WIB
Warga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah membuka gelombang kedua pendaftaran program yang bertujuan memberikan keterampilan untuk kebutuhan industri dan wirausaha itu mulai Senin ini hingga dengan Kamis (23/4/2020) melalui laman resmi www.prakerja.go.id. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
  *** Local Caption *** 
ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRAWarga mencari informasi tentang pendaftaran program Kartu Prakerja gelombang kedua di Jakarta, Senin (20/4/2020). Pemerintah membuka gelombang kedua pendaftaran program yang bertujuan memberikan keterampilan untuk kebutuhan industri dan wirausaha itu mulai Senin ini hingga dengan Kamis (23/4/2020) melalui laman resmi www.prakerja.go.id. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj. *** Local Caption ***

JAKARTA, KOMPAS.com - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Program Kartu Prakerja Denni Puspa Purbasari memaparkan skenario awal program Kartu Prakerja dirancang.

Program yang merupakan janji kampanye Presiden Joko Widodo tersebut awalnya didesain untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja. Dengan demikian, bantuan yang diberikan dititik beratkan pada bantuan pelatihan.

"Dominan duit pelatihannya saat itu, dipikirkan di kisaran Rp 3 juta sampai dengan Rp 7 juta dengan insentif paska pelatihan sebesar Rp 500.000," jelas Denni dalam konferensi video, Selasa (19/5/2020).

Baca juga: Muncul Situs Tandingan Kartu Prakerja, Semua Pelatihannya Gratis

Namun demikian, pandemi virus corona memukul perekonomin RI dan menyebabkan banyak pekerja yang dirumahkan serta mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).

Untuk itu, pemerintah pun mengubah skenario pemberian bantuan Kartu Prakerja. Pasalnya, desain awal pelatihan yang bisa dilakukan baik secara offline dan online, kini hanya bisa dilakukan secara online.

Dengan demikian, ongkos untuk pelatihan jadi lebih murah.

"Untuk pelatihan online unit cost-nya jadi lebih murah karena tidak perlu membayar tempat sewa, membayar listrik dan semacamnya," jelas Denni.

"Untuk itu skema bantuannya diubah. Bantuan biaya pelatihan diputuskan komite Rp 1 juta, insentif ditambah dari Rp 500.000 sekarang menjadi Rp 600.000 per bulan selama empat bulan, ditambah insentif survei Rp 150.000," jelas Denni.

Baca juga: Pengumuman, Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 4 Dibuka 26 Mei 2020

Sebagai informasi, pemerintah menargetkan setidaknya ada 5,6 juta peserta bisa menerima menfaat dari Kartu Prakerja, dengan anggaran sebesar Rp 20 triliun.

Dari anggaran tersebut, setiap peserta mendapat insentif totalnya sebesar Rp 3.550.000.

Adapun rinciaannya, Rp 1 juta untuk biaya pelatihan, Rp 600.000 per orang per bulan untuk insentif pasca pelatihan, yang akan diberikan selama empat bulan atau totalnya mencapai Rp 2,4 juta.

Sedangkan sisanya sebesar Rp 150.000 merupakan insentif survei.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X