Simak, 2 Langkah agar Bisnis Bertahan di Tengah Kondisi New Normal

Kompas.com - 20/05/2020, 16:39 WIB
Ilustrasi peluang bisnis digital. ThinkstockIlustrasi peluang bisnis digital.

JAKARTA, KOMPAS.com - Pandemi virus corona atau Covid-19 membuat terjadinya perubahan di berbagai aspek kehidupan termasuk kesehatan, sosial, dan ekonomi di Indonesia.

Pandemi yang belum diketahui kapan berakhirnya ini akan menimbulkan kondisi new normal, atau fase perubahan perilaku masyarakat dalam beraktivitas, termasuk dalam hal keuangan.

CEO Kredivo Alie Tan mengatakan, ada urgensi untuk beradaptasi terhadap kondisi new normal dan bertahan melewati krisis ini. Maka dari itu, inovasi dalam mencukupi kebutuhan masyarakat sangatlah dibutuhkan.

Baca juga: 5 Strategi Promosi Bisnis Rumahan di Kala Pandemi

“Kemampuan adaptasi yang solid adalah kunci untuk melalui kondisi ini sekaligus menjaga keberlangsungan kehidupan serta usaha dalam jangka panjang," kata Alie melalui siaran media, Rabu (20/5/2020).

"Di sisi lain, pelaku industri keuangan juga dituntut untuk terus berinovasi melalui teknologi, guna memenuhi kebutuhan masyarakat akan transaksi digital yang semakin meningkat di masa pandemi ini,” jelas Alie.

Ada dua hal mendasar yang dapat menjadi faktor pendorong dalam melakukan adaptasi terhadap kondisi new normal, antara lain sebagai berikut.

1. Fasih transformasi digital

Pandemi ini mengakselerasi kemampuan masyarakat untuk lebih fasih memanfaatkan teknologi, sehingga menjadi katalisator menuju industri 4.0.

Kemudahan dalam bertransaksi menjadi kunci yang semakin relevan bagi konsumen saat ini.

Baca juga: Menurut Rudiantara, Ini Dampak Virus Corona terhadap Bisnis

Industri keuangan dituntut untuk semakin memperkuat transformasi digitalnya, bahkan mempersiapkan strategi secara matang menuju industri 4.0.

Namun, edukasi dan literasi digital dalam hal keuangan juga tetap harus dipertimbangkan guna menyeimbangkan antara kondisi industri dengan kesiapan masyarakat menghadapi era revolusi industri 4.0.

2. Masyarakat jadi konsumen cerdas

Kondisi ekonomi yang sulit memaksa masyarakat untuk menjadi konsumen cerdas, termasuk dalam hal pengelolaan keuangan. Hal ini juga dapat menjadi sinyal positif bagi peningkatan literasi keuangan di Indonesia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X