Peluang Brebes Jadi Tempat Relokasi Pabrik Perusahaan AS dari China

Kompas.com - 30/05/2020, 08:33 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melihat lahan di Brebes yang akan dijadikan kawasan industri dan relokasi perusahaan AS di China ke Indonesia, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2020). Dokumentasi Humas Kementerian PerindustrianMenteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita melihat lahan di Brebes yang akan dijadikan kawasan industri dan relokasi perusahaan AS di China ke Indonesia, Brebes, Jawa Tengah, Jumat (29/5/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mengungkapkan, Kawasan Industri (KI) Brebes berpotensi menjadi area relokasi pabrik perusahaan Amerika Serikat (AS) yang akan hengkang dari China. Hal tersebut sebagai dampak perang dagang antara AS-China yang kian memanas.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, peluang kawasan industri Brebes jadi tempat relokasi perusahaan AS sangat besar dan sudah ada di depan mata.

"Kalau kita tidak bisa pergunakan atau tangkap, sangat sayang sekali. Rencananya ada relokasi perusahaan industri dari Jepang dan AS yang akan keluar dari China," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (29/5/2020).

Baca juga: Erick Thohir Jelaskan Suntikan Rp 152 Triliun untuk BUMN

Agus meninjau langsung Kawasan Industri Brebes pada Jumat (29/5/2020). Ia mengatakan kunjungannya itu dalam rangka ingin melihat kesiapan kawasan industri tersebut.

Kawasan industri di Brebes ditargetkan menjadi industri utama sektor industri tekstil dan produk tekstil, industri kulit dan alas kaki, industri makanan dan minuman, industri mebel, serta industri farmasi dan alat kesehatan.

"Khusus untuk sektor farmasi, kebutuhan yang disampaikan oleh industri itu yang akan relokasi dari China kepada kami adalah mereka ingin mengembangkan di Pulau Jawa, sehingga Brebes menjadi tujuan yang memang sangat masuk akal untuk mengarahkan mereka ke sini," ujarnya.

Agus menjelaskan, akselerasi pengembangan kawasan industri Brebes diawali dari hasil rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo mengenai Percepatan Pembangunan Jawa Tengah pada Juli 2019.

Baca juga: Bersiap New Normal, Gojek Pasang Sekat di Armada GoCar

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X