Luhut: Kesalahan Kami Berpuluh-puluh Tahun Jangan Terjadi Lagi...

Kompas.com - 05/06/2020, 21:10 WIB
Menko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIMenko Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan memberikan keterangan pers di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Jumat (7/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, ada hikmah di balik pandemi virus corona (Covid-19) yang melanda hampir di seluruh negara termasuk Indonesia.

Akibat pandemi Covid-19 kata Luhut, pelaku industri yang tadinya bergantung dengan impor jadi terpacu mengembangkan produksi dalam negeri. Salah satu contohnya adalah industri kesehatan. 

"Selama ini, 90 persen kita impor obat-obatan," ujarnya dalam diskusi virtual ImGenz, Jumat (5/6/2020).

Luhut menilai ketergantungan Indonesia dengan obat-obatan impor sebagai suatu kesalahan yang sudah terjadi berpuluh-puluh tahun.

Baca juga: Bos BI Pede Indonesia Bisa Lolos dari Resesi Ekonomi

Ia pun berpesan kepada generasi milenial agar tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa depan.

"Ini generasi kamu (generasi milenial) jangan mengalami ini lagi. Kesalahan kami berpuluh-puluh tahun jangan terjadi lagi di kalian," kata mantan Komandan Khusus Satgas Tempur Kopassus itu.

Kini ucapnya, setelah produksi dalam negeri digenjot, lapangan kerja terbuka sehingga terjadi penyerapan tenaga kerja.

Ia menyebut, dana sebesar Rp 87 triliun dikucurkan pemerintah untuk meningkatkan produksi dalam negeri.

"Dari Covid-19 ini ada kita ambil keuntungannya. Dari malapetaka yang terjadi ini kita lihat sisi positifnya apa? Sekarang produksi dalam negeri sedang kita galakan," kata dia.

Baca juga: BPKH: Dana Haji yang Disetor Aman, Rekening Dijamin LPS

Selain itu ungkap Luhut, pemerintah sefang berupaya membenahi koordinasi atau integrasi kebijakan menggunakan teknologi. Ia menilai Indonesia masih lemah terkait hal ini.

Ia mengatakan, salah satu langkah memperbaiki koordinasi sudah dilakukan pemerintah dalam penanganan pandemi Covid-19.

"Sekarang yang kita lakukan, semua di Satgas Covid-19 sekarang selama dua minggu terakhir itu betul-betul terintegrasi. Bersatu Lawan Covid, ada platform-nya," ujarnya.

Di sektor investasi ucapnya, pemerintah juga sedang membangun industri dari hulu ke hilir yang terintegrasi. Diharapkan hal tersebut akan menjadi salah satu faktor penarik investasi.

Baca juga: Banyak yang Nyinyir Soal Investasi China di RI, Ini Respon Luhut



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

BLT UMKM yang Sudah Ditransfer Harus Segera Dicairkan, Ini Alasannya

Whats New
Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Cari Banyak Karyawan, Taspen: Kami Utamakan Orang yang Punya Kepedulian Tinggi

Whats New
Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Penyerapan BLT UMKM Belum 100 Persen, Pelaku Usaha Masih Bisa Daftar

Whats New
Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Punya e-Pas, Nelayan Bisa Agunkan Kapal ke Bank

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Sri Mulyani Ingatkan Bahana soal PMN Rp 20 Triliun bukan Untuk Selesaikan Jiwasraya

Whats New
Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Sri Mulyani Ingatkan Prabowo soal Anggaran Rp137 Triliun Tak Hanya untuk Belanja Alutsista

Whats New
MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

MK Tolak Gugatan Ninmedia, MNC Group: Hak Siar Dilindungi Negara

Whats New
Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Digitalisasi dan Inovasi Produk, Upaya Bisnis Waralaba Bertahan Selama Pandemi

Smartpreneur
Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Menaker Ungkap Masih Ada Kendala Penyaluran Subsidi Gaji

Whats New
Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Produk Soda Api Indonesia Kini Bebas Safeguard ke Ukraina

Rilis
Lembaga Sertifikasi Profesi KAI Kantongi Lisensi BNSP

Lembaga Sertifikasi Profesi KAI Kantongi Lisensi BNSP

Whats New
Luhut Nilai Sertifikasi Produk Kesehatan dan Farmasi RI Mutlak Diperlukan

Luhut Nilai Sertifikasi Produk Kesehatan dan Farmasi RI Mutlak Diperlukan

Whats New
Grab Lolos dari Denda Rp 30 Miliar, KPPU Bakal Ajukan Kasasi

Grab Lolos dari Denda Rp 30 Miliar, KPPU Bakal Ajukan Kasasi

Whats New
Perhatikan Hal agar Keuangan Bisa Terjaga saat Resesi

Perhatikan Hal agar Keuangan Bisa Terjaga saat Resesi

Spend Smart
Tekan Dampak Lingkungan, Pabrik Petrokimia di Cilegon Terapkan Teknologi Ini

Tekan Dampak Lingkungan, Pabrik Petrokimia di Cilegon Terapkan Teknologi Ini

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X