KILAS

Maksimalkan Produktivitas Pertanian, Kementan Optimalkan Lahan yang Sudah Ada

Kompas.com - 17/06/2020, 17:25 WIB
Ilustrasi sawah SHUTTERSTOCK.com/JET ROCKKKKIlustrasi sawah

KOMPAS.comKementerian Pertanian ( Kementan) terus melakukan berbagai upaya untuk memaksimalkan produktivitas.

Salah satu cara yang dilakukan Kementan adalah mengoptimalkan lahan pertanian yang sudah dimiliki, terutama lahan rawa.

Pernyataan itu disampaikan Direktur Jenderal (Dirjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementan Sarwo Edhy.

“Kami tidak akan melakukan cetak lahan sawah pada eks proyek lahan gambut di Kalimantan Tengah. Kami akan mengoptimalkan lahan yang pernah dicetak untuk persawahan agar makin produktif,” kata dia dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).

Baca juga: Mentan: Hanya 1.000 Telur Infertil yang Dilepas, Tapi Seakan Goncang Seluruhnya

Maka dari itu, Sarwo Edhy mengajak semua petani, penyuluh dan seluruh insan pertanian untuk menanam, sehingga tidak ada lahan pertanian yang menganggur.

Kendala pemanfaatan lahan rawa

Meski akan memanfaatkan lahan rawa , ada beberapa kendala yang harus dihadapi. Salah satu kendala adalah kesuburan lahan rawa yang rendah, hanya bisa sekali tanam dalam setahun, dan terbatasnya pengetahuan petani.

“Tapi, kendala itu tidak bisa dijadikan alasan untuk tidak menanam. Kementasn siap membantu mengoptimalkan semua lahan pertanian,” ujar Sarwo Edhy.

Ia melanjutkan, penataan sistem tata air dan lahan pun menjadi langkah untuk mengoptimalkan lahan rawa agar produktif. Upaya itu kini tengah dilakukan Ditjen PSP.

Optimalisasi lahan rawa dilakukan dengan memperbaiki infrastruktur lahan dan air, seperti membuat saluran, pintu air, tanggul, pengolahan lahan, dan memberi sentuhan teknologi budi daya padi di lahan rawa.

Baca juga: Kementan Dukung Pemda Ambil Sikap Tegas Tolak Alih Fungsi Lahan

“Penerapan inovasi dan teknologi spesifik pada wilayah yang dikelola secara luas dalam satu hamparan blok tersier, diharapkan dapat meningkatkan produktivitas dan indeks pertanaman,” imbuh Ditjen PSP Kementan.

Selain itu, sambung dia, masih ada dukungan infrastruktur yang memadai dan mekanisasi pertanian. Nantinya semua hal tersebut ditargetkan berdampak pada peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa pertanian saat ini dituntut untuk meningkatkan produktivitas guna menjaga ketahanan pangan nasional.

Menurut dia, pertanian bisa di lakukan di berbagai media lahan, seperti lahan kering, rawa, hingga pekarangan.

Baca juga: Optimasi Lahan Jadi Strategi Kementan Tingkatkan Produksi Pangan, Apa Itu?

“Intinya, pada lahan-lahan yang sudah menjadi lahan pertanian, atau pernah dicetak sebagai lahan pertanian, harus dimaksimalkan. Karena kami tidak ingin ada krisis pangan di Tanah Air,” ujar Mentan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Mentan Klaim Nilai Manfaat Subsidi Pupuk Capai 250 Persen

Whats New
BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

BUMN Logistik Ini Dapat Sertifikasi Sistem Manajemen Anti-Penyuapan

Rilis
Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Komisi IX Minta Dewas BPJS Kesehatan Terpilih Tak Kecolongan dan Mampu Benahi Internal

Whats New
Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Soal Beras Impor Vietnam yang Rembes di Pasar, Ini Dugaan Kemendag

Whats New
Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Anggaran Kemenhub Dipangkas, Ketua Komisi V: Hal Terkait Keselamatan Tak Ada Tawar Menawar

Whats New
Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Dana Hasil Penjualan Surat Utang ORI019 untuk Membiayai Vaksinasi

Whats New
Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

Catatan Apik di Tengah Pandemi, Pendapatan GoFood Naik 20 Kali Lipat

BrandzView
Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Ini Syarat Bagi PNS untuk Ikuti Jabatan Fungsional

Whats New
Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Panduan Cara Membuat Paspor via Online, Berikut Syarat dan Biayanya

Spend Smart
Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Ingin Benahi Keuangannya

Rilis
Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Pemerintah Bisa Dapat Porsi dari Laba LPI hingga 30 Persen

Whats New
Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Soal Pendaftaran Tanah secara Elektronik, Ini Kata Kementerian ATR

Whats New
KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

KKP Lepasliarkan 16.975 Ekor Benih Lobster Hasil Selundupan

Whats New
Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Dewan Pengawas Sebut Dugaan Korupsi Dana Investasi BPJS Ketenagakerjaan Merupakan Potential Loss Selama 2020

Whats New
Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Platform Ini Terima Donasi Bitcoin untuk Bantu Korban Bencana Alam

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X