Pemerintah Akan Bentuk Lembaga Cadangan Strategis Pangan, Dikelola Militer

Kompas.com - 24/06/2020, 13:49 WIB
Kepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020). KOMPAS.com/IhsanuddinKepala Bappenas Suharso Monoarfa di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (25/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa menyatakan, pemerintah sedang merencanakan sebuah program cadangan strategis pangan.

Ini merupakan bagian dari penguatan sistem ketahanan pangan.

Suharso mengatakan, rencananya tahun depan pemerintah akan membentuk sebuah lembaga atau badan cadangan pangan strategis nasional yang akan dikelola oleh otoritas militer, yaitu TNI.

Baca juga: Genjot Produksi Pertanian, Kementan Siapkan Sejumlah Program Ketahanan Pangan

"Kita sekarang mencoba menyusun sebuah cadangan strategis pangan dan sedang dipikirkan ada sebuah lembaga atau badan cadangan strategis pangan. Siapa yang akan mengelola? Militer," jelas Suharso ketika melakukan rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, Rabu (24/6/2020).

Suharso pun mengatakan, pertimbangan pengelolaan badang cadangan strategis pangan oleh militer dilakukan dengan alasan otoritas militer memiliki kemampuan dalam mengelola pangan dalam keadaan darurat.

Sebab menurutnya, dalam keadaan perang ada tiga hal yang harus dimiliki oleh militer, yaitu amunisi perang, sistem kesehatan, dan sistem pangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Karena di dunia ini ternyata di dunia militer waktu perang ada tiga hal yang harus dimiliki, bukan hanya amunisi perang, tapi harus punyah sistem kesehatan sepert rumah sakit, dokter, dan yang ketiga pangan," jelas dia.

Baca juga: Tekan Angka Kemiskinan, Bappenas Sempurnakan Data dari Tingkat Desa

Selain itu menurut dia hampir semua negara di dunia yang memiliki sistem cadangan pangan strategis dengan sistem pengelolaan serupa, yaitu dilindungi oleh militer.

Dia mengatakan, saat ini pemerintah dalam proses membentuk struktur lembaga, serta mencari lahan untuk membentuk badan atau lembaga tersebut.

"Kita sedang memikirkan itu, mencarikan tempatnya di mana, khusus yang dikelola oleh TNI, kita ke depan," jelas Suharso.

"Mudah-mudahan itu bsia dimulai tahun depan," ujar dia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.