Maskapai di Seluruh Dunia Rugi Rp 1.192 Triliun akibat Covid-19

Kompas.com - 25/06/2020, 15:52 WIB
Kabin pesawat Malindo Air www.facebook.com/malindoairKabin pesawat Malindo Air

NEW YORK, KOMPAS.com - Tak berapa lama lalu, industri penerbangan global mempersiapkan diri dengan lonjakan jumlah penumpang.

Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) pun memprediksi akan ada sebanyak 8,2 miliar penumpang pesawat udara di seluruh dunia pada tahun 2037.

Akan tetapi, pada April 2020, semua prediksi itu tampak sirna. Perjalanan udara anjlok 98 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu akibat negara-negara menutup perbatasannya guna menekan penyebaran virus corona.

Baca juga: Syarat Agar Industri Penerbangan Bisa Bangkit

"Kami rasa maskapai-maskapai (di seluruh dunia) kemungkinan menderita kerugian 84 miliar dollar AS (setara sekira Rp 1.192 triliun, kurs Rp 14.196 per dollar AS) pada tahun 2020," kata Brian Pearce, kepala ekonom IATA seperti dikutip dari CNBC, Kamis (25/6/2020).

"Kita baru saja mulai melihat negara-negara menegosiasikan pembukaan pasar secara bilateral. Misalnya, bubble Trans-Tasman antara Australia dan Selandia Baru, China dan Singapura, serta China dan Korea Selatan," imbuh Pearce.

Meski menderita kerugian yang dalam, namun Pearce mengekspektasikan maskapai di seluruh dunia akan mengalai pemulihan pada paruh kedua tahun 2020.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Walaupun penerbangan internasional saat ini masih diliputi ketidakpastian, namun beberapa negara seperti China, Amerika Serikat, dan Indonesia memiliki pasar penerbangan domestik yang kuat.

Baca juga: Ada Kasus Baru Corona, 1.255 Penerbangan di Beijing China Dibatalkan

"Ini akan cukup untuk membangkitkan kembali industri penerbangan di beberapa negara. Untuk beberapa maskapai memang bergantung pada penerbangan internasional," tutur Pearce.

Untuk menyelamatkan industri penerbangan, pemerintah di banyak negara pun telah menawarkan banuan keuangan untuk maskapai, termasuk misalnya di AS, Australia, dan Taiwan.

IATA sendiri memprediksi total dana sebesar 200 miliar dollar AS atau setara sekitar Rp 2.839 triliun dibutuhkan untuk digelontorkan oleh pemerintah di seluruh dunia guna menyelamatkan maskapai.



Sumber CNBC
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Ditinjau Menhub, Ini Penyesuaian Jalur KRL di Stasiun Manggarai

Whats New
Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Kementan Pastikan Stok Jagung Aman, Capai 2,75 Juta Ton hingga 20 September 2021

Whats New
 Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Syarat Setoran Awal dan Cara Buka Rekening BNI Online

Spend Smart
Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Menhub: Jalur Layang di Stasiun Manggarai Bisa Buat Perjalanan KRL Semakin Efisien

Whats New
Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Penerimaan Cukai Hasil Tembakau Naik 17,8 Persen Pada Agustus 2021

Whats New
Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Traveloka-Garuda Tawarkan Promo Tiket Pesawat, Diskon Hingga 38 Persen

Rilis
Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Cara Isi Saldo LinkAja Lewat Alfamart, ATM BRI, dan Bank Mandiri

Spend Smart
Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Dekat Jembatan Merah Youtefa, Intip Penampakan Arena Dayung PON Papua

Whats New
4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

4 Sektor Usaha Ini Berpotensi Jadi Penyumbang Shortfall Tahun 2021

Whats New
Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Cara Buka Rekening Bank Mandiri Online, Tanpa Perlu ke Kantor Cabang

Whats New
Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Kembangkan Semen Ramah Lingkungan, Produsen Semen Merah Putih Gandeng GRP

Whats New
Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Ini Dampak Krisis Evergrande Bagi China, AS, hingga Eropa

Whats New
Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Pandemi Covid-19, Perumnas Gelar Akad KPR Secara Drive Thru

Rilis
Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Masa Puncak Panen Tiba, Kementan Pastikan Stok Jagung Cukup Untuk 3 Bulan ke Depan

Rilis
Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Pekan Keempat September 2021, BI Catat Arus Modal Asing Keluar Rp 5,92 Triliun

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.