Penyaluran KUR BRI Capai Rp 47,9 Triliun hingga Mei 2020

Kompas.com - 25/06/2020, 15:30 WIB
Petugas saat melayani nasabah untuk melakukan pergantian kartu ATM Bank BRI di Kantor Cabang Bank BRI Depok, Kota Depok, Minggu (25/3/2018). Penggantian kartu ATM dimaksudkan sebagai upaya percepatan migrasi kartu dari teknologi pita magnetik ke teknologi cip yang diyakini dapat mengurangi risiko skimming. Proses penggantian kartu dilakukan tanpa dikenakan biaya serta pemberitahuan terus dilakukan melalui SMS blast, layar ATM BRI serta media sosial BRI. KOMPAS.com/MAULANA MAHARDHIKAPetugas saat melayani nasabah untuk melakukan pergantian kartu ATM Bank BRI di Kantor Cabang Bank BRI Depok, Kota Depok, Minggu (25/3/2018). Penggantian kartu ATM dimaksudkan sebagai upaya percepatan migrasi kartu dari teknologi pita magnetik ke teknologi cip yang diyakini dapat mengurangi risiko skimming. Proses penggantian kartu dilakukan tanpa dikenakan biaya serta pemberitahuan terus dilakukan melalui SMS blast, layar ATM BRI serta media sosial BRI.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - VP Corporate Development and Strategic Division BRI Eddy T. Wibowo mengatakan, penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) masih terus berjalan meskipun ada pandemi Covid-19.

Ia menyebut per Mei 2020, BRI sudah menyalurkan kredit bersubsidi senilai Rp 47,9 triliun kepada 1,8 juta debitur.

"Kami tetap ekspansi di segmen yang dianggap lebih aman. KUR masih tetap berjalan dan per Mei tahun ini kami bisa menyalurkan KUR lebih dari 1,8 juta debitur dengan plafon Rp 47,9 triliun," ujarnya dalam pressconference virtual, Kamis (25/6/2020).

Baca juga: Ditanya DPR Soal Penghapusan Premium dan Pertalite, Ini Jawaban Menteri ESDM

Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, KUR BRI per Mei 2020 tumbuh sebesar 8,01 persen secara tahunan.

Eddy juga mengatakan perseroan telah melakukan restrukturisasi dengan cara memberikan keringanan kredit kepada debitur yang terdampak Covid-19.

Di sisi lain BRI juga memberikan berbagai fasilitas pelatihan secara daring kepada pelaku UMKM. Pelatihan tersebut juga dihadiri oleh ribuan pelaku UMKM.

Eddy mengatakan, pelatihan diberikan bukan hanya untuk bertahan hidup di tengah pandemi, namun juga diharapkan bisa membuat para pelaku UMKM bertahan dengan semua tantangan pada saat memasuki fase new normal.

"Pandemi ini memaksa para pelaku UMKM untuk terus berinovasi dan memodifikasi pola bisnisnya dan salah satunya melalui penerapan digital. Untuk itu pelatihan-pelatihan digital juga terus gencar kami lakukan bagi para pelaku UMKM," kata dia. 

Baca juga: Sentil PNBP Benih Lobster Kecil, Susi Bandingkan dengan Harga Rempeyek Udang



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X