Larangan Penggunaan Kantong Plastik, Ini Komentar Asosiasi Pengusaha

Kompas.com - 01/07/2020, 15:33 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai mulai resmi diterapkan di DKI Jakarta, Rabu (1/7/2020).

Larangan itu tertuang dalam Peraturan Gubernur Nomor 142 Tahun 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Widjaja Kamdani berpendapat dengan dikeluarkannya kebijakan pelarangan penggunaan plastik bisa menjadi langkah baik untuk meminimalisir masalah sampah plastik di Jakarta.

Baca juga: Hari Ini, Larangan Penggunaan Kantong Plastik Berlaku di Jakarta

Apalagi kata dia, semenjak adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSSB) dan Work from Home (WFH) diterapkan, penggunaan plastik sekali pakai meningkat drastis.

"Kalau kita lihat dari segi lingkungan, dengan adanya peraturan ini dinilai sangat baik, terutama melihat bahwa Indonesia merupakan negara dengan jumlah pencemaran sampah plastik ke laut terbesar kedua di dunia," ujarnya saat dihubungi Kompas.com, Rabu (1/7/2020).

Shinta mengatakan, sampah plastik tersebut bisa mempengaruhi biota, ekosistem laut, dan juga industri pariwisata.

Walaupun demikian lanjut dia, dari segi ekonomi larangan ini tentu akan berdampak. Apalagi kata dia menurut Kementerian Perindustrian (Kemenperin) sektor industri kantong plastik notabenenya menyerap hampir sebesar 30.000 tenaga kerja.

"Sebagai pelaku usaha kita tidak bisa hanya mengedepankan unsur ekonomi saja tapi juga sosial dan lingkungan. Inilah aspek pembangunan berkelanjutan yang harus kita perhatikan," ucapnya.

Baca juga: Bye Bye Plastic, Kisah 2 Gadis Muda Mewujudkan Bali Bebas Sampah Plastik

Shinta mengatakan, dengan adanya larangan tersebut seharusnya ada keseimbangan antara pengurangan sampah plastik dan manajemen sampah plastik yang ada. Terutama dalam hal upaya meningkatkan nilai ekonomi di perusahaan-perusahaan terkait.

Untuk itu, dia juga meminta pemerintah dan masyarakat untuk berkolaborasi agar bisa menciptakan inovasi. Salah satu bentuk inovasi yang bisa dilakukan menurut dia adalah dengan membentuk sirkuler ekonomi yang sudah diberlakukan di berbagai negara.

Selain itu juga bisa dengan menetapkan standar operasi bisnis yang berkelanjutan dan sirkuler sehingga tidak ada lagi limbah yang dibuang ke tempat pembuangan (TPA).

"Terutama agar sampah plastik bisa dimanufaktur ulang untuk produk lainnya atau masyarakat kita juga bisa menggunakan produk-produk yang sudah dimanfaktur untuk sub produk lainnya guna menciptakan value yang berkelanjutan," jelas dia.

Baca juga: Soal Plastik, Luhut: Saya Bangga Mengumumkan bahwa Indonesia Memilih Bukan Apa yang Mudah...

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wacana KA Argo Parahyangan Dihapus demi Kereta Cepat

Wacana KA Argo Parahyangan Dihapus demi Kereta Cepat

Whats New
Volume Impor Tinggi, Utilisasi Kapasitas Industri Baja Nasional Rendah

Volume Impor Tinggi, Utilisasi Kapasitas Industri Baja Nasional Rendah

Whats New
[Kompasianival 2022 Better Lifestyle] Kendaraan Listrik: Masa Depan atau Tren Sesaat?

[Kompasianival 2022 Better Lifestyle] Kendaraan Listrik: Masa Depan atau Tren Sesaat?

Rilis
Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Rampung Sesuai Jadwal

Luhut Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bakal Rampung Sesuai Jadwal

Whats New
Laba Bersih PertaLife Insurance di Kuartal-III 2022 Melonjak 71,04 Persen

Laba Bersih PertaLife Insurance di Kuartal-III 2022 Melonjak 71,04 Persen

Rilis
Hasil Riset Menemukan Perusahaan Startup Masih Kesulitan Rekrut dan Pertahankan Karyawan

Hasil Riset Menemukan Perusahaan Startup Masih Kesulitan Rekrut dan Pertahankan Karyawan

Whats New
Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dimulai, Ini Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan

Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 Dimulai, Ini Daftar Perusahaan yang Buka Lowongan

Work Smart
Jelang Akhir Tahun, Berikut Kebutuhan Elektronik Penunjang Liburan yang Bisa Dibeli di TikTok Shop Grand Sale 12.12 Beserta Promonya

Jelang Akhir Tahun, Berikut Kebutuhan Elektronik Penunjang Liburan yang Bisa Dibeli di TikTok Shop Grand Sale 12.12 Beserta Promonya

BrandzView
Tantangan Keamanan Siber yang Dihadapi Perusahaan di Indonesia

Tantangan Keamanan Siber yang Dihadapi Perusahaan di Indonesia

Whats New
Soal Rencana Pemerintah Mau Bagi-bagi Rice Cooker, Sri Mulyani: Nanti Kami Diskusikan Dulu...

Soal Rencana Pemerintah Mau Bagi-bagi Rice Cooker, Sri Mulyani: Nanti Kami Diskusikan Dulu...

Whats New
Kemenaker Ingatkan Pengambilan BSU di Kantor Pos Berakhir 20 Desember 2022

Kemenaker Ingatkan Pengambilan BSU di Kantor Pos Berakhir 20 Desember 2022

Whats New
Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pelita Air Tingkatkan Frekuensi Penerbangan

Jelang Libur Natal dan Tahun Baru, Pelita Air Tingkatkan Frekuensi Penerbangan

Whats New
Luhut: Pajak Kita Naik Bukan Datang Tiba-tiba dari Batu, Itu Kinerja UMKM

Luhut: Pajak Kita Naik Bukan Datang Tiba-tiba dari Batu, Itu Kinerja UMKM

Whats New
Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Sandiaga Bidik Nilai Investasi Pariwisata Tembus 8 Miliar Dollar AS

Whats New
Aset Kripto Bakal Diawasi OJK dan BI, Indodax: Kami Berharap Cepat Diputuskan

Aset Kripto Bakal Diawasi OJK dan BI, Indodax: Kami Berharap Cepat Diputuskan

Whats New
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.