Komisi VII Minta PGN Lakukan Inovasi Bisnis

Kompas.com - 06/07/2020, 19:29 WIB
Infrastruktur gas PGN Dok. PGNInfrastruktur gas PGN

JAKARTA, KOMPAS.com - Komisi VII DPR RI meminta PT Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk melakukan inovasi bisnis dalam kegiatan penyaluran gasnya. Hal ini perlu dilakukan dalam rangka memperkuat perannya sebagai agregator gas nasional.

Anggota Komisi VII DPR Ridwan Hisjam mengatakan, sebagai agregator gas PGN harus membuat terobosan untuk membuka peluang bisnis baru pada sektor gas di tanah air.

“PGN harus melakukan terobosan dibidang gas tidak lagi tradisonal melakukan kegiatan selama ini," ujar Ridwan saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VII DPR dengan Direksi PGN, Senin (6/7/2020).

Baca juga: Persaingan Antar-bank BUMN yang Jadi Sorotan Erick Thohir

Ridwan menjelaskan, PGN bisa mengolah gas bumi menjadi bahan baku Liquified Petroleum Gas (LPG). Jika hal tersebut dilakukan akan membawa dampak positif bagi negara.

Sebab, subsidi kebutuhan LPG semakin meningkat, subsidi LPG pun terus bertambah.

“Kita menaikan volume LPG 3 Kg 7,5 juta m3 dari 7 juta. kalau tidak salah kenaikannya subsidinya Rp 2 triliun total Rp 5 triliun," kata dia.

Sementara itu, pimpinan RDP Komisi VII DPR RI, Ramson Siagian mengungkapkan, meningkatkan pemanfaatan gas, PGN bisa bekerjasama dengan PLN untuk membangun pembangkit tenaga gas skala kecil.

"PGN Bisa bekerjasama dengan PLN membangun pembangki small scale, gasnya disuplai dari PGN," ucap dia.

Merespon hal tersebut, Direktur Utama PGN Suko Hartono mengaku telah memiliki rencana pengembangan bisnis ke industri petrokimia dengan melakukan hilirisasi gas dari methanol menjadi Dimethil Ether (DME).

PGN pun telah melakukan studi untuk merealisasikan rencana tersebut diperkirakan pada 2022 atau 2023 telah rampung.

“Kemudian amonia dan turunannya kami batasi portofolio 5 sampai 15 persen karena itu bukan bisnis kami, itu bisnis kerja sama dengan subholding kilang. Kami melihat bisa meningkatkan volume dan kami tahu bisnis di hilir. Jadi kami masuk portofolio hilir di petrochemic, di methanol dan DME karena itu bisa gantikan LPG," ujarnya.

Selain itu, PGN, lanjut Suko, pihaknya akan memperluas penyaluran gas ke konsumen rumah tangga di wilayah yang belum terdapat jaringan pipa gas, dengan menggunakan LNG yang dibawah oleh ISO tank.

Nantinya, proyek ini akan dikerjasamakan dengan badan usaha swasta atau pengembang.

Selanjutnya, PGN juga akan mengembangkan bisnis pengadaan internet dengan memanfaatkan jaringan gas bumi untuk memasang kabel fiber optik.

“Kami punya anak perusahaan PGASCom kami pasang jaringan pipa pakai fiber optik untuk kontrol laju arus dsb, kami pasang LNG storage depan perumahan kami pasang infrasturkur pipa sekalian monitoring fiber optik,” kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X