Mentan Bakal Tindak Tegas Pejabat yang Tak Capai Target

Kompas.com - 13/07/2020, 14:39 WIB
Mentan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M. Faqih, saat Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan IDI, di auditorium gedung D kantor pusat Kementan, Rabu (8/9/2020). DOK. Humas Kementerian PertanianMentan Syahrul Yasin Limpo dan Ketua Umum Pengurus Besar IDI Daeng M. Faqih, saat Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Badan Litbang Pertanian dengan IDI, di auditorium gedung D kantor pusat Kementan, Rabu (8/9/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan bakal mengambil langkah yang tegas kepada jajaran pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan) yang tidak bisa mencapai target program kerja. Menurutnya, posisi itu harus diisi oleh orang yang lebih berkompeten.

Syahrul mengatakan, para pejabat Kementan harus percaya diri dalam menjalankan program kerja untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negeri. Ia bahkan, menginginkan pejabat Kementan terjun langsung ke daerah untuk melihat kondisi nyata yang terjadi di lapangan.

"Kalau ada orang yang ragu, maka sebenarnya dia sudah mundur sebelum bertanding, orang-orang ini enggak tepat dipakai dalam situasi seperti ini," kata dia dalam acara Musyawarah Perencanaan Pembangunan Pertanian (Musrenbangtan) Nasional 2020 di Kementan, Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Kemenkop UKM Optimistis Target 10 Juta UMKM Go Digital Tercapai

Syahrul ingin, seluruh pejabat Kementan bisa bekerja secara serius tak hanya sekedar menikmati posisinya sebagai pejabat tinggi. Ia bahkan meminta Sekretaris Jenderal Kementan untuk melakukan evaluasi kinerja para pejabat Kementan.

"Kalau ada pejabat tidak bisa wujudkan apa yang jadi harapan, evaluasi Pak Sekjen, segera, enggak ada alasan. Kalau kau berpikir enggak bisa yah enggak bisa lah, apa gunanya kau jadi kepala disitu," tegasnya.

Ia mengatakan, pada saat ini ketika dunia dilanda pandemi Covid-19, tak terkecuali Indonesia, ketersediaan pangan menjadi hal yang sangat penting. Terlebih Organisasi Pangan dan Pertanian (Food and Agriculture Organization/FAO) telah memperingatkan potensi terjadinya krisis pangan dunia akibat pandemi.

Oleh sebab itu, program Kementan tak boleh gagal karena hal tersebut berkaitan dengan ketahanan pangan nasional. Dia bilang, pertanian menjadi sektor penting untuk memenuhi kebutuhan 267 juta jiwa masyarakat Indonesia.

"Saya berharap jajaran saya, kau yang rencanakan, kau yang tanggungjawab, kau yang mengakhiri. Enggak usah cari muka di hadapan saya, enggak perlu," kata Syahrul.

Syahrul menjelaskan, salah satu proyek strategis Kementan pada tahun ini adalah program percepatan musim tanam kedua (MT II) tahun 2020 yang targetnya bisa memproduksi beras 12,5-15 juta ton.

Program ini tak boleh gagal. Ia telah meminta, untuk para pejabat Kementan meninjau proyek ini secara langsung ke daerah-daerah yang menjadi lumbung padi.

Menurutnya, dengan stok beras dalam negeri hingga Juni 2020 yang tersedia 7,49 juta ton, dan bila musim panen kedua bisa mencapai 15 juta ton, maka stok beras bisa tembus 22 juta ton hingga akhir Desember 2020.

Pasokan itu akan melebihi kebutuhan nasional yang diperkirakan mencapai 15 juta ton hingga akhir tahun. Dengan demikian, ketahanan pangan ditengah krisis akibat Covid-19 pada tahun ini bsia teratasi.

"Pada tahun ini ketersedian pangan menjadi hal yang sangat perlu kita lakukan dengan percaya diri dan merupakan cita-cita kita. Ini harus tercapai," pungkas Syahrul.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Aturan Resmi Terbit, Gaji Ke-13 PNS Segera Cair

Whats New
Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Rencana Penggabungan BUMN Penerbangan dan Pariwisata Dinilai Akan Merugikan Maskapai

Whats New
7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

7 Istilah Pasar Saham Paling Dasar yang Perlu Diketahui (3)

Spend Smart
Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Pemerintah Targetkan Bisa Vaksinasi Covid-19 ke 40 Juta Penduduk di Awal 2021

Whats New
Ada Pandemi Covid-19,  JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Ada Pandemi Covid-19, JD.ID Catat Kenaikan Transaksi hampir 50 Persen

Whats New
Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Tangkal Kampanye Negatif Sawit, Pemerintah Akan Bentuk Tim Khusus

Whats New
Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Sejak Kampanye Bangga Buatan Indonesia Digulirkan, 1,1 Juta UMKM Sudah Go Digital

Whats New
Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Janji Pemerintah: 2,1 Juta Korban PHK Diprioritaskan Jadi Peserta Kartu Prakerja

Work Smart
Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Jokowi Pertanyakan RI Punya 30 Bandara Internasional, Ini Respons Kemenhub

Whats New
Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Disinggung Jokowi, Ini Kerugian Banyaknya Bandara Internasional di Indonesia

Whats New
Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Banyak Kasus Pencurian Data, Ini Komentar JD.ID

Whats New
Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Pengusaha: Kami Ingin Industri Smelter Sinergi dengan Industri Hilir

Whats New
Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Interelasi Sektor Jasa Keuangan dan Peran OJK

Whats New
Kuota Peserta Program Kartu Prakerja Ditetapkan 800.000 Orang Tiap Gelombang

Kuota Peserta Program Kartu Prakerja Ditetapkan 800.000 Orang Tiap Gelombang

Whats New
Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi

Usai Gagal Tanam dan Panen, Petani di Belu Diminta Kementan Gunakan Asuransi

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X