BKPM: Ketergantungan RI ke China Berdampak Buruk

Kompas.com - 13/07/2020, 14:52 WIB
Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKepala BKPM, Bahlil Lahadalia usai mengikuti rapat koordinasi di Kantor Kemenko Kemaritiman dan Investasi, Jakarta, Senin (24/2/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal ( BKPM) Bahlil Lahadalia menyoroti ketergantungan perekonomian Indonesia kepada China.

Menurutnya, ketergantungan perekonomian tersebut berimbas buruk terhadap Indonesia. Hal tersebut terefleksikan dariengan ikut melemahnya perekonomian nasional, apabila perekonomian Negeri Tirai Bambu itu juga melambat.

"Kalau di China pertumbuhan ekonominya turun 1 persen itu berdampak 0,3 persen pertumbuhan ekonomi Indonesia," katanya dalam sebuah diskusi virtual, Senin (13/7/2020).

Baca juga: Bos BKPM Sebut Sudah Realisasikan Investasi Mangkrak Rp 410 Triliun

Bahlil mengaku tidak mengetahui, sejak kapan Indonesia memiliki ketergantungan kepada China. Namun, ia berharap dengan munculnya pandemi Covid-19 hal tersebut dapat segera dievaluasi.

"Covid ini juga membawa berkah supaya kita mengevaluasi diri bahwa sebaik-baiknya sebuah negara tidak boleh tergantung juga pada negara lain," ujar Bahlil.

Tingginya investasi China ke Indonesia menjadi salah satu alasan lebih rendahnya realisasi penanaman modal asing (PMA) dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN) pada kuartal I tahun ini.

BKPM mencatat, total realisasi investasi sejak awal tahun hingga Maret lalu sebesar PMA Rp98 triliun atau setara 46,5 persen dan PMDN sebesar Rp112,7 triliun atau setara 53,5 persen.

"Kenapa PMA lebih sedikit dari PMDN? Kita tahu bahwa kuartal pertama konsolidasi perusahaan PMA baru kerja. Kedua untuk pengiriman barang China belum mengizinkan sehingga realisasinya lambat," tutur Bahlil.

Oleh karenanya, Bahlil menilai Indonesia perlu fokus menggaet investasi dari negara besar lain, seperti Amerika Serikat dan Jepang.

"Posisi Indonesia cenderung bergantung ke China. Tetapi mempertahankan hubungan baik dengan Amerika Serikat dan Jepang juga penting," ucapnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X