OJK: Di Tengah Covid-19, Kondisi Sektor Jasa Keuangan Masih Solid

Kompas.com - 14/07/2020, 09:46 WIB
Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIKetua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso memberikan keterangan pers di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (22/1/2020).

JAKARTA, KOMPAS.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat, perbankan masih dalam kondisi yang solid di tengah pandemi Covid-19.

Kepala Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso mengatakan, kapasitas bank masih memadai untuk mempercepat pemulihan akibat pandemi.

"Masih memiliki kapasitas yang memadai untuk mempercepat recovery, tercermin dari permodalan maupun likuiditas dengan profil risiko yang terjaga," kata Wimboh dalam konferensi video, Senin (13/7/2020).

Tercatat, tinggal permodalan perbankan masih tinggi dan stabil. Capital Adequate Ratio (CAR) perbankan masih di atas 20 persen, yaitu 22,16 persen pada Mei 2020. Kondisi itu tak berbanding jauh dengan Desember 2019 sebesar 23,40 persen.

Baca juga: Doni Primanto Joewono Terpilih Jadi Deputi Gubernur Bank Indonesia

Likuiditas bank yang masih solid ditandai dengan Dana Pihak Ketiga (DPK) yang meningkat dari 8,08 persen pada April 2020 menjadi 8,87 persen pada Mei 2020.

Selanjutnya, rasio tingkat likuiditas dalam tren meningkat pada 24 Juni 2020. Alat likuid dibanding non-core depocit sebesar 125,5 persen, sedangkan alat likuid dibanding DPK sebesar 26,83 persen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Ini sejalan dengan kebijakan Bank Indonesia mengenai pelonggaran likuiditas," sebut Wimboh.

Sementara itu, mekanisme pemenuhan likuiditas dari/antar bank masih berjalan normal dengan suku bunga overnight dan volume PUAB yang stabil.

Baca juga: LPS Diizinkan Selamatkan Bank Sebelum Gagal, Begini Skemanya

Meski, intermediasi pada Mei 2020 mengalami perlambatan. Kredit mengalami penurunan menjadi 3,05 persen pada Mei 2020 dibanding 6,08 persen pada Desember 2019. Dibanding April, kredit masih lebih kecil sebesar 5,73 persen.

"Lemahnya kredit sejalan dengan tidak jalannya aktifitas ekonomi karena beberapa sektor usaha terpaksa tidak bisa menjalankan usahanya akibat Covid-19," papar Wimboh.

Mengenai prospek 2020, kata Wimboh, akan sangat bergantung pada permintaan kredit. Sedangkan demand (permintaan) kredit bergantung pada pemulihan ekonomi dengan aktivitas masyarakat menjadi kunci utama.

"Untuk itu kita sepakat, kita harus berjalan bersama beriringan dengan berbagai kebijakan pemerintah dalam stimulus recovery ekonomi, baik dengan subsidi bunga UMKM, penjaminan, serta penempatan Rp 30 triliun di bank BUMN," pungkas Wimboh.

Baca juga: Dapat Penambahan Modal, Bank Mayapada Berpeluang Naik Kelas

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Pertamina Targetkan Blok Rokan Bisa Produksi 180.000 Barel per Hari di 2022

Whats New
Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Generasi Milenial Makin Tertarik Investasi Saham dan Reksa Dana

Earn Smart
Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Ini Daftar Tiket Pesawat yang Didiskon Hingga 80 Persen di GATF 2021

Whats New
Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Cara Isi Saldo ShopeePay Lewat DANA, Alfamart, dan Indomaret

Spend Smart
PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

PPKM Level 3 Serentak Batal, Okupansi Hotel Diprediksi Meningkat

Whats New
Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Garuda Indonesia Tawarkan Diskon Tiket Pesawat Hingga 80 Persen di GATF 2021

Spend Smart
Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Juda Agung dan Aida S. Budiman Resmi Jadi Calon Deputi Gubernur BI

Whats New
Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Besok, Presiden Jokowi akan Resmikan Bandara Tebelian di Kalbar

Rilis
Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Indonesia Kembali Calonkan Diri Jadi Anggota Dewan IMO 2022-2023

Whats New
Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Menko Airlangga: Kebijakan Pemulihan Ekonomi Sudah Berada di Jalur yang Benar

Rilis
Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Erick Thohir Ganti Dirut PT Sang Hyang Seri

Rilis
Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Soal Penempatan PMI, Menaker Nilai MoU dengan Malaysia Harus Segera Rampung

Whats New
Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Dibayangi Ketidakpastian, Pertumbuhan Ekonomi RI Diprediksi Tembus 5 Persen di 2022

Whats New
INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

INACA: Terjadi Fenomena Menarik di Industri Penerbangan Nasional Saat Pandemi

Whats New
Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Menkop UKM Pastikan Debitur KUR Korban Erupsi Semeru Dapat Perlakuan Khusus

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.