Dari China hingga Malaysia, Negara-negara Ini Lebih Dulu Adopsi Konsep Tapera

Kompas.com - 23/07/2020, 05:43 WIB
Ilustrasi rumah Dok. Kementerian PUPRIlustrasi rumah

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemerintah berencana memungut iuran untuk program Tabungan Perumahan Rakyat ( Tapera) melalui Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera).

Penyelenggaraan pungutan bakal dilakukan seiring ditekennya Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Tabungan Perumahan Rakyat oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 20 Mei lalu.

Deputi Komisioner BP Tapera Eko Ariantoro mengatakan, program Tapera diberlakukan tak lain untuk memudahkan masyarakat memiliki rumah. Bahkan, ada beberapa negara tetangga yang telah lebih dulu mengadopsi program Tapera.

Baca juga: BP Tapera Catat 286.000 PNS Muda Belum Memiliki Rumah

"Program Tabungan Perumahan Rakyat sudah lazim dilaksanakan di berbagai negara, seperti Singapura, Malaysia, China, Perancis, dan Jerman. Kalau kita bandingkan dengan negara lain, Indonesia jauh tertinggal," kata Eko dalam siaran pers, Kamis (23/7/2020).

Negara Lain

Singapura misalnya, sudah memiliki program Tapera sejak tahun 1950-an. Di Singapura, program serupa dinamai dengan program Central Provident Fund (CPF), yakni program yang telah berhasil membantu masyarakat dalam pembiayaan rumah sejak tahun 1955.

Sama seperti di Indonesia, CPF merupakan sebuah badan yang mengumpulkan dana kesejahteraan dengan iuran dari penghasilan masyarakat Singapura.

Sebagian iuran tersebut diperuntukkan bagi program perumahan masyarakat sehingga pemerintah memiliki kekuatan dan dukungan dana yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan perumahan.

Iuran yang harus dibayarkan tiap peserta adalah 37 persen dari gaji bulanan, dengan komposisi tanggungan pekerja sebesar 20 persen dan pemberi kerja 17 persen.

Baca juga: Ada Tapera, Pekerja Kelas Menengah Bisa Incar Hunian di Bodebek

Sementara di Malaysia, program pembiayaan rumah dinamai dengan Employees Provident Fund (EPF). Program yang telah diwajibkan sejak tahun 1991 ini menetapkan iuran sebesar 23 persen dari gaji bulanan. Komposisinya antara lain 11 persen dari pekerja dan 12 persen dari pemberi kerja.

Beberapa negara lain juga memiliki program dengan nama yang berbeda-beda. Di China, program yang telah ada sejak tahun 1991 ini diberi nama Housing Provident Fund, di Perancis dengan nama Compte D'epargne Logement dan Plan D'epargne Logement sejak 1965, dan di Jerman dengan nama Bauspar sejak 1921.

"Begitupun di Indonesia, pemerintah memberikan akses kepada masyarakat dalam program pembiayaan rumah terjangkau," papar Eko.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X