Menurut Chatib Basri, Ini Alasan Permintaan Kredit Masih Lesu

Kompas.com - 23/07/2020, 13:50 WIB
Pengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018). KOMPAS.com/ PRAMDIA ARHANDOPengamat ekonomi yang juga Mantan Menteri Keuangan Chatib Basri saat menjadi pembicara di acara Mandiri Investment Forum di Hotel Fairmount, Jakarta, Rabu (7/2/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom dan mantan Menteri Keuangan Chatib Basri menjelaskan, kondisi permintaan kredit di bank tidak meningkat meski pemerintah telah menggulirkan sederet stimulus.

Alasannya adalah daya beli masyarakat selama masa pandemi virus corona (Covid-19) tak kunjung menunjukkan gairah.

"Saya kasih contoh, itu permintaan kredit di bank sekarang alami penurunan. Jadi, kalau produksi digenjot itu tidak banyak manfaatnya. Karena buat apa perusahaan memproduksi kalau permintaan tidak ada," katanya dikutip dari wawancara dengan Kompas TV, Kamis (23/7/2020).

Baca juga: OJK Proyeksi Pertumbuhan Kredit Sampai Akhir 2020 Hanya 4 Persen

"Itu yang menjelaskan kenapa permintaan kredit tidak meningkat," sambungnya.

Ia kembali menjelaskan, alasan perusahaan maupun industri enggan meminjam modal ke bank untuk ekspansi, karena stok produksi yang masih berlebih. Maka dari itu, solusinya adalah permintaan atau daya beli masyarakat perlu ditingkatkan terlebih dahulu.

"Untuk apa orang pinjam uang di bank kalau dia melakukan ekspansi usaha itu barangnya hanya jadi stok di gudang. Jadi, yang harus dilakukan membuat permintaannya naik dulu," ujarnya.

Untuk diketahui, berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), kredit perbankan pada Mei 2020 tumbuh melambat sebesar 3,04 persen secara tahunan (yoy), dibandingkan dengan April yang tumbuh 5,73 persen (yoy).

Baca juga: Kredit Perbankan Diperkirakan Baru Pulih Akhir 2020

Sementara likuiditas perbankan nasional masih sangat kuat dengan rasio kredit terdahap simpanan (loan deposit ratio/LDR) pada Mei 2020 berada di level 90,42 persen. 

Sedangkan, penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan masih tumbuh 8,87 persen (yoy) di Mei 2020, meningkat bila dibandingkan pada April 2020 tumbuh 8,08 persen (yoy).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X