Faisal Basri Kritik Penunjukan Erick Thohir Jadi Ketua Komite Penanganan Covid-19

Kompas.com - 28/07/2020, 16:51 WIB
Ekonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Jakarta, Rabu (20/11/2019). KOMPAS.com/ADE MIRANTI KARUNIA SARIEkonom Senior Indef, Faisal Basri usai ditemui di Jakarta, Rabu (20/11/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Faisal Basri mengkritik penunjukan Menteri BUMN Erick Thohir menjadi Ketua Pelaksana Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Menurut dia, seharusnya Erick berfokus membenahi keuangan perusahaan plat merah yang tengah berdarah-darah imbas pandemi Covid-19 saja.

“Selesaikan saja dulu agar BUMN itu bisa keluar dari maslah. Artinya ketua pelaksana ini sumber dari masalah, selesaikan dulu PLN, Pertamina, Garuda, itu gajah semua. Itu saja tidak bisa dia urus, kok mau urus Indonesia, yang betul saja,” ujar Faisal dalam webinar yang digelar Indef, Selasa (28/7/2020).

Baca juga: Daftar Jadi Relawan, Stafsus Erick Thohir Siap Disuntik Vaksin Covid-19

Menurut Faisal, orang-orang yang berada dalam Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mencerminkan tak ada upaya serius dari pemerintah untuk menanggulangi dampak pandemi Covid-19.

Dalam komiter tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ditujuk sebagai ketua komite. Dalam komite tersebut Airlangga dibantu enam wakil ketua. 

Mereka adalah Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan, Menko Polhukam Mahfud MD, Menko PMK Muhadjir Effendy, Menkeu Sri Mulyani Indrawati, Menkes Terawan Agus Putranto dan Mendagri Tito Karnavian.

Untuk mengkoordinasikan pelaksanaan kebijakan yang ditetapkan oleh komite, Jokowi menugaskan Menteri BUMN Erick Thohir sebagai Ketua Pelaksana.

“Jadi apa yang anda bisa harpakan dari struktur seperti ini yang tidak cerminkan upaya serius untuk kendalikan virus, tapi upaya bagaimana menjadikan BUMN jadi ujung tombak pemulihan ekonomi,” kata Faisal.

Selain itu, dia pun mengaku heran dengan pemikiran Presiden Joko Widodo. Menurut dia, jika perekonomian mau bangkit, maka pemerintah harus terlebih dahulu menekan penyebaran Covid-19.

“Pak Jokowi maunya ini jumlah kasus naik, pertumbuhan ekonomi naik, enggak bisa pak Jokowi. Maaf ini cuma bisa di surga, ini kita di dunia. Yang harus pemerintah lakukan adalah pertumbuhan ekonomi naik, setelah kasusnya sudah mulai turun, nah ekonomi confidence mulai naik,” ucap dia.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X