KILAS

Mentan Apresiasi Usaha Petani Purworejo Jaga Lahan Pertanian dengan Saluran Irigasi

Kompas.com - 01/08/2020, 16:11 WIB
Ilustrasi jaringan irigasi Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPRIlustrasi jaringan irigasi

KOMPAS.com – Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo mengapresiasi usaha petani Desa Kertosono, Kecamatan Banyuurip, Kabupaten Purworejo dalam menjaga lahan pertaniannya.

“Dengan memaksimalkan saluran irigasi, para petani juga telah melakukan antisipasi terhadap ancaman musim kemarau,” tutur menteri yang akrab disapa SYL tersebut, Sabtu (01/08/2020).

Dengan begitu, lanjutnya, para petani Purworejo tidak hanya memastikan produksi pertanian tetap berlangsung, tetapi mereka juga sudah turut menjaga ketahanan pangan.

Senada dengan SYL, Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian Sarwo Edhy juga mengapresiasi langkah-langkah petani Purworejo.

Baca juga: Garut Dilanda Kekeringan, Ini Langkah Antisipasi yang Disarankan Kementan

Dia mengatakan, salah satu cara terbaik untuk menghadapi musim kemarau adalah dengan memanfaatkan aliran irigasi.

“Namun, harus dipastikan juga sumber air untuk irigasi tidak bermasalah. Dengan demikian, pertanian tidak akan terganggu sepanjang kemarau dan produktivitas ikut terjaga,” katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Selain irigasi, Sarwo turut menjelaskan alternatif lain yang bisa dilakukan petani agar produktivitas pertanian tidak terganggu selama kemarau.

“Alternatif lain tersebut adalah membangun embung. Pilihan ini bisa dilakukan jika sumber air benar-benar sudah tidak mampu mengairi lahan pertanian,” ungkapnya.

Baca juga: Kekeringan Mengancam, Kementan Imbau Petani Perbaiki dan Bangun Sistem Pengairan

Kemudian, cara mengisi embung bisa dilakukan dengan memanfaatkan sisa air hujan atau sumber air lain.

Adapun, di Purworejo, Kelompok Tani Kertosari Desa Kertosono mengawal aliran air dari irigasi Kedung Putri. Dibantu Pemerintah Desa Kertosono, jaringan irigasi ini dibuat dengan aliran khusus dan menggilir air.

Hal ini dilakukan mengingat tanah sawah pun sudah mulai mengering dan pecah-pecah akibat semakin jarangnya hujan.

Kepala Desa Kertosono Puji Upeni kemudian mengimbau warga betul-betul mengawal air agar semua areal sawah mendapatkan air.

Baca juga: Miliki Irigasi Pompa, Poktan di Gunungkidul Siap Tanam Padi 3 Kali Setahun

"Jangan berebut sehingga semua bisa panen dengan baik," pesan Puji.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Perlu Transfer? Ini Kode Bank BRI, BNI, BTN, dan Mandiri

Work Smart
Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Ingin Beli Rumah? Bank Syariah Indonesia Tawarkan Bunga Rendah dan Bebas Biaya Administrasi

Whats New
[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan 'Jirolupat' | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

[KURASI KOMPASIANA] Langkah Mudah Beli Rumah DP Nol Persen | Kelola Penghasilan dengan "Jirolupat" | Ingat 3 Hal Ini Sebelum Berutang

Rilis
Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Berapa Gaji Pokok yang Didapatkan CPNS dan PPPK Lulusan SMA/SMK?

Whats New
Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Rute KA Mutiara Timur Diperpanjang Jadi Ketapang-Surabaya-Yogyakarta

Whats New
OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

OJK: Saat Ini Ada 60 Bank Wakaf Mikro di Indonesia

Whats New
Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Ini Jurus Pemerintah Dongkrak Sektor Industri Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Rilis
Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Penumpang Buka Jendela Darurat, Wings Air Ganti Pakai Pesawat Lain

Whats New
Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Cara Membuka Tabungan Emas Pegadaian, Syarat, Biaya, dan Kekurangannya

Spend Smart
Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Tarif Retribusi dan Pajak Daerah di Tangan Jokowi, Setoran ke Pemda Makin Seret?

Whats New
Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Kampus Vokasi Kementerian ESDM Buka Penerimaan Baru Untuk Lulusan SMA Sederajat

Rilis
Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Menhub Beri Lampu Hijau Sinarmas Bangun Stasiun Jatake

Rilis
IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

IHSG Menguat 0,27 Persen Dalam Sepekan, Ini Prediksi Untuk Pekan Depan

Whats New
Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Harga Emas Antam Hari Ini Stagnan di Level Rp 923.000 per Gram

Whats New
Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Ini Jenis-jenis Pinjaman dan Bunga di Pegadaian Terbaru

Earn Smart
komentar di artikel lainnya
Close Ads X