Mitra UMKM Terdampak Pandemi, Ini Inisiatif yang Dilakukan Unilever

Kompas.com - 11/08/2020, 15:39 WIB
logo Unilever shutterstock.comlogo Unilever

JAKARTA, KOMPAS.com - Akibat dari mewabahnya virus corona, banyak pelaku UMKM yang terpukul lantaran lesunya aktivitas ekonomi. 

Direktur Integrated Operations PT Unilever Indonesia Tbk Enny Hartati Sampurno mengatakan, melihat banyaknya mitra merchant yang berasal dari UMKM yang ikut terpukul, perseroan memiliki berbagai program agar bisa membantu para mitranya.

"Banyak dari mitra kami yang juga ikut terpukul karena pandemi ini. Untuk itu kami memiliki berbagai program besar digitalisasi untuk UMKM," ujarnya dalam webinar Gotong-royong #JagaUMKM Indonesia yang disiarkan secara virtual, Selasa (11/8/2020).

Baca juga: Semester I 2020, Penjualan Unilever Meningkat 1,5 Persen

Program pertama, kata dia, adalah memberikan pendampingan terhadap minimarket lokal. Enny mengakui di Indonesia masih banyak ditemukan minimarket lokal yang dibuka secara independen dan pemiliknya berasal dari lokal atau pelaku UMKM.

Menurutnya, usaha yang dijual oleh minimarket lokal ini sudah berbentuk seperti minimarket, namun pengelolaanya masih tradisional, sehingga ia berpendapat para mitranya merasakan kesulitan dalam memutar uang untuk modal.

"Bayangkan saja mereka konsepnya sudah seperti minimarket tapi pengelolaanya masih tradisional, mereka belum memiliki pencatatan barang yang masuk berapa dan barang keluar berapa, harusnya catatan seperti ini harus ada. Makanya hal-hal kecil ini melalui pendampingan terus kita berikan," jelasnya.

Enny juga menyebutkan, program ini sudah lama berjalan sejak tahun 2016, namun pihaknya masih terus melakukan pendampingan ini hingga para mitranya bisa benar-benar merasakan manfaatnya.

Baca juga: Unilever Serahkan 15.000 Perlengkapan Penanganan Covid-19 ke Pemkot Surabaya

Program yang kedua adalah meluncurkan aplikasi SahabatWarung. Dia menjelaskan, aplikasi ini merupakan salah satu cara memudahkan para mitranya untuk mendapatkan produk-produk yang dimiliki oleh Unilever.

"Biasanya memang setiap Minggu itu ada sales kita yang turun ke warung-warung mitra kita untuk membawa produk-produk kita, nah sekarang dengan adanya aplikasi ini mereka bisa order langsung produk-produk kita secara online. Enggak perlu nunggu sales-nya lagi," katanya.

Dia juga mengakui ada tantangan dalam pengoperasian aplikasi ini, lantaran banyak pelaku UMKM yang belum terbiasa melakukan pemesanan secara online.

Untuk itu, perseroan pun mendatangkan salah satu petugas yang khusus memberikan pendampingan mengenai cara memesan produk Unilever melalui aplikasi ini.

"Kita berharap dengan adanya pendampingan, mereka bisa berbelanja secara repeat sebanyak 4 kali sehingga dengan begitu biasanya bisa dipastikan habit mereka berbelanja dari aplikasi ini bisa terbentuk. Untungnya untuk mereka juga kok, enggak perlu harus menunggu lama kalau mau mendapatkan produk-produk Unilever kalau mau dijual," jelas dia.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

BPK Tanggapi Pernyataan Benny Tjokro dalam Persidangan Kasus Jiwasraya

Whats New
DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

DPR Sebut Kenaikan Cukai Bisa Tingkatkan Peredaran Rokok Ilegal

Whats New
Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Mendag: Industri Halal Topang Kinerja Neraca Dagang Indonesia

Whats New
Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Satgas PEN: Bergerak Bersama, Jangan Buang Waktu Pertentangkan Covid-19

Whats New
Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Perusahaan Asuransi Ini Jadi Tempat Kerja Terbaik di Asia

Work Smart
Terkait UU Cipta Kerja, Ketua SPSI Gresik Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Terkait UU Cipta Kerja, Ketua SPSI Gresik Minta Pemerintah Lebih Terbuka

Whats New
Menperin Dorong Pembentukan Kawasan Industri Halal

Menperin Dorong Pembentukan Kawasan Industri Halal

Whats New
Mau Sukses Cari Pekerjaan Baru? Siapkan Dulu 3 Hal Penting Ini

Mau Sukses Cari Pekerjaan Baru? Siapkan Dulu 3 Hal Penting Ini

Work Smart
Menko Airlangga Pastikan Sertifikasi Produk Halal Gratis untuk UMKM

Menko Airlangga Pastikan Sertifikasi Produk Halal Gratis untuk UMKM

Whats New
Ganjar: Ada Daerah Bebas Covid-19 Raih Penghargaan, padahal Tak Pernah Testing...

Ganjar: Ada Daerah Bebas Covid-19 Raih Penghargaan, padahal Tak Pernah Testing...

Whats New
Sri Mulyani Mau Gratiskan Sertifikasi Halal untuk UMKM

Sri Mulyani Mau Gratiskan Sertifikasi Halal untuk UMKM

Whats New
[POPULER DI KOMPASIANA] Setahun Jokowi-Ma'ruf | Hari Santri Nasional | Ulang Tahun ke-12 Kompasiana

[POPULER DI KOMPASIANA] Setahun Jokowi-Ma'ruf | Hari Santri Nasional | Ulang Tahun ke-12 Kompasiana

Rilis
Makanan, Minuman, hingga Farmasi Jadi Sektor Dikembangkan di Kawasan Industri Halal

Makanan, Minuman, hingga Farmasi Jadi Sektor Dikembangkan di Kawasan Industri Halal

Whats New
Cuti Bersama, Semua Kantor Cabang BCA Tidak Beroperasi

Cuti Bersama, Semua Kantor Cabang BCA Tidak Beroperasi

Whats New
Kegiatan RJIT Kementan Dongkrak Produktivitas Persawahan Bandung Barat

Kegiatan RJIT Kementan Dongkrak Produktivitas Persawahan Bandung Barat

Rilis
komentar di artikel lainnya
Close Ads X