Imbas Virus Corona, Utang Inggris Tembus Rp 38.705 Triliun

Kompas.com - 23/08/2020, 15:17 WIB
Warga memakai masker saat berjalan dan melewati marka, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Leicester, Inggris, Senin (29/6/2020). Carl Recine/pras/djoWarga memakai masker saat berjalan dan melewati marka, ditengah wabah penyakit virus corona (COVID-19), di Leicester, Inggris, Senin (29/6/2020).

LONDON, KOMPAS.com - Utang pemerintah Inggris untuk pertama kalinya melonjak hingga menembus 2 triliun poundsterling atau setara sekira Rp 38.705 triliun (kurs Rp 19.352 per poundsterling).

Meningkatnya utang pemerintah Inggris terjadi sebagai dampak besarnya pemerintah untuk menopang perekonomian di tengah pandemi virus corona (Covid-19).

Dikutip dari BBC, Minggu (23/8/2020), total utang pemerintah Inggris menyentuh 2.004 triliun poundsterling pada Juli 2020. Menurut data Kantor Statistik Nasional (ONS), angka utang tersebut naik 227,6 miliar poundsterling.

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi Minus 20,4 Persen, Inggris Masuk Jurang Resesi

Para ekonom pun memperingatkan bahwa situasi dapat memburuk sebelum akhirnya membaik.

Ini adalah pertama kalinya utang Inggris naik ke atas 100 persen dari produk domestik bruto (PDB). ONS mencatat, ini pertama kalinya terjadi sejak periode tahun fiskal 1960-1961.

"Krisis ini telah membuat pembiayaan publik berada pada tekanan yang signifikan, karena kita melihat pukulan terhadap perekonomian kita dan mengambil tindakan untuk mendukung jutaan pekerja, pelaku usaha, dan mata pencaharian," ujar chancellor Rishi Sunak.

"Tanpa dukungan itu, kondisi akan jauh lebih buruk," ungkap dia.

Baca juga: Jumlah Pekerja di Inggris Merosot, Rekor sejak 1 Dekade Terakhir

Adapun Carl Emmerson, deputi direktur di Institute for Fiscal Studies menyatakan, angka utang tersebut tidak terlalu mengejutkan.

Pemerintah Inggris harus berutang sebegitu banyak lantaran besarnya skala yang dibutuhkan untuk mendukung masyarakat yang terdampak pandemi.

Sementara itu, Samuel Tombs, ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics menyebut, angka utang Inggris masih melaju menuju persentase terbesarnya terhadap PDB sejak Perang Dunia II.

"Ke depan, utang akan melonjak secara temporer pada Agustus, sejalan dengan pembayaran Skema Dukungan untuk Penghasilan Pekerja Mandiri (Self-Employment Income Support Scheme) tahap kedua dan terakhir, serta pendanaan skema Eat Out to Help Out," terang Tombs.

Halaman:


Sumber BBC
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X